<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Archives - Info Mojokerto</title>
	<atom:link href="https://infomojokerto.id/tag/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infomojokerto.id/tag/bisnis/</link>
	<description>Infomojokerto.id hadir untuk menjembatani warga Mojokerto dengan informasi terkini dari kota mereka sendiri. Mulai dari berita harian, liputan UMKM lokal, sampai agenda kegiatan masyarakat&#8212;semua terangkum di satu tempat. Karena Mojokerto butuh suara, dan kami siap menyuarakannya.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 21:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://infomojokerto.id/wp-content/uploads/2025/04/4-150x150.png</url>
	<title>Bisnis Archives - Info Mojokerto</title>
	<link>https://infomojokerto.id/tag/bisnis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ironi Dapur Tradisional: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Dinamika Laba-Rugi Bakso Yuk Pa</title>
		<link>https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/</link>
					<comments>https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[latif syaipudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infomojokerto.id/?p=3783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Infomojokerto.id &#8211; Di sudut Gang Santren, Dusun Kedungmaling, Kabupaten Mojokerto, <a class="read-more" href="https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/" title="Ironi Dapur Tradisional: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Dinamika Laba-Rugi Bakso Yuk Pa" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/">Ironi Dapur Tradisional: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Dinamika Laba-Rugi Bakso Yuk Pa</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>Infomojokerto.id</strong> &#8211; Di sudut Gang Santren, Dusun Kedungmaling, Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah cerita tentang dedikasi yang tak lekang oleh waktu. Adalah Bakso Saropah, sebuah usaha kuliner sederhana yang telah menjadi bagian dari memori kolektif warga sekitar selama lebih dari tiga puluh tahun, bertahan di tengah gempuran tren makanan modern yang silih berganti.</p>
<p>Sosok di balik layar usaha ini adalah Yuk Pa atau De Pa oleh para pelanggannya. Di usianya yang kini menginjak 64 tahun, perempuan asli Mojokerto ini masih menunjukkan semangat kerja yang luar biasa, melayani pembeli setianya dari pagi hingga sore hari tanpa lelah.</p>
<p>Eksistensi Bakso Saropah sejak tahun 1990 bukanlah waktu yang singkat. Menariknya, Yuk Pa memiliki prinsip kerja yang sangat disiplin; beliau berjualan setiap hari tanpa absen. Bahkan, ketika momen Idul Fitri tiba, sesaat setelah melaksanakan salat Id, beliau langsung bersiap di lapaknya untuk melayani warga yang mencari hidangan hangat.</p>
<p>Berbeda dengan penjual bakso pada umumnya yang berkeliling mencari pembeli, Yuk Pa memilih untuk tetap setia berjualan di dalam gang. Lokasi yang statis ini tidak menghalangi langkah para pelanggan setianya, mulai dari pekerja yang sedang beristirahat hingga warga yang kebetulan melintasi kawasan Santren.</p>
<p>Rahasia umur panjang usaha ini terletak pada cita rasanya yang konsisten. Warga sekitar mengenal bakso Yuk Pa memiliki kuah yang gurih dengan pentol daging yang khas, ditambah sedikit tekstur lemak sapi (gajih) yang menambah kelezatan. Keunikan rasa inilah yang menciptakan loyalitas pelanggan lintas generasi selama puluhan tahun.</p>
<p>Namun, di balik kelezatan dan popularitasnya, terdapat tantangan manajemen keuangan yang cukup pelik di era ekonomi saat ini. Melalui observasi lapangan yang dilakukan oleh Ida Masitoh, mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Al-Anwar Mojokerto, terungkap sisi lain dari kondisi dapur keuangan usaha legendaris ini.</p>
<p>Dalam tinjauan ekonomi makro, kenaikan harga bahan pokok sering kali mencekik pelaku usaha mikro yang enggan menaikkan harga jual secara drastis. Yuk Pa saat ini mematok harga Rp 7.000 per porsi, sebuah harga yang sangat murah namun berisiko tinggi terhadap keberlangsungan margin keuntungan usaha.</p>
<p>Berdasarkan laporan keuangan yang disusun untuk kebutuhan riset mahasiswa, diketahui bahwa biaya operasional harian Yuk Pa cukup tinggi. Untuk mengolah daging sebanyak 2,5 kg, diperlukan biaya sekitar Rp 320.000. Jika ditambah dengan biaya bumbu, pelengkap, gas, dan kemasan plastik, total modal atau biaya kulakan mencapai Rp 400.000 per hari.</p>
<p>Ironisnya, dengan rata-rata penjualan sebanyak 50 porsi per hari, pendapatan atau omset harian yang diterima Yuk Pa hanya mencapai Rp 350.000. Hal ini menunjukkan adanya selisih minus atau kerugian sebesar Rp 50.000 setiap harinya jika dihitung secara matematis berdasarkan biaya produksi dan harga jual saat ini.</p>
<p>Fenomena ini dalam teori manajemen sering dikaitkan dengan <em>Self-Exploitation</em> pada UMKM, di mana pelaku usaha sering kali tidak menghitung upah tenaga kerja sendiri atau menggunakan subsidi silang dari kebutuhan rumah tangga untuk menutupi biaya operasional demi tetap bisa melayani pelanggan.</p>
<p>Meskipun secara angka akuntansi menunjukkan kerugian, semangat Yuk Pa untuk terus bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak pernah padam. Beliau adalah representasi nyata dari ekonomi rakyat yang bergerak bukan semata-mata demi akumulasi modal, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan keberlangsungan hidup.</p>
<p>Riset yang dilakukan mahasiswa STIE Al-Anwar ini memberikan wawasan penting bahwa UMKM legendaris membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal edukasi penentuan harga pokok penjualan (HPP) agar usaha yang telah berdiri selama 34 tahun ini tidak hanya bertahan secara sosial, tetapi juga sehat secara finansial.</p>
<p>Kisah Bakso Saropah adalah potret nyata bahwa di balik setiap suap makanan yang kita nikmati, ada perjuangan ekonomi yang besar. Keberadaan Yuk Pa di Gang Santren adalah bukti bahwa ketulusan dalam melayani adalah nyawa bagi sebuah usaha, meski tantangan ekonomi di hari tua kian nyata menghadang.</p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/">Ironi Dapur Tradisional: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Dinamika Laba-Rugi Bakso Yuk Pa</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infomojokerto.id/ironi-dapur-tradisional-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-dinamika-laba-rugi-bakso-yuk-pa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</title>
		<link>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/</link>
					<comments>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[latif syaipudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:01:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infomojokerto.id/?p=3780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Infomojokerto.id &#8211; Dunia ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang terus menunjukkan <a class="read-more" href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/" title="Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/">Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>Infomojokerto.id</strong> &#8211; Dunia ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang terus menunjukkan geliat yang signifikan, terutama pada sektor kuliner minuman kekinian. Di tengah persaingan merk-merk besar, sebuah unit usaha mikro bernama &#8220;Teh Desa&#8221; yang berlokasi di Mojolegi, Kecamatan Mojoagung, berhasil mencatatkan performa yang impresif sejak resmi beroperasi pada Agustus 2024 lalu.</p>
<p>Keberhasilan usaha ini tidak terlepas dari tangan dingin Niki Dwi Pangestu, atau yang akrab disapa Mbak Niki. Di usianya yang menginjak 29 tahun, ia berani mengambil langkah strategis dengan menanamkan modal awal berkisar antara Rp 30.000.000 hingga Rp 33.000.000 untuk menghadirkan gerai <em>franchise</em> yang kini menjadi primadona di kawasan tersebut.</p>
<p>Secara geografis, pemilihan lokasi Teh Desa terbilang sangat cerdas dan strategis, yakni tepat di depan ruko karpet, Jalan Raya Ahmad Yani No. 34, Sawah, Mojolegi. Posisi ini berada di jalur utama yang padat, menjadikannya magnet bagi siapa saja yang melintasi kawasan Mojoagung untuk sekadar melepas dahaga di tengah cuaca panas.</p>
<p>Awal berdirinya usaha ini dimulai dengan perekrutan satu orang karyawan. Namun, hukum ekonomi tentang permintaan (<em>demand</em>) membuktikan kekuatannya; hanya dalam hitungan hari, volume pesanan melonjak drastis melampaui ekspektasi awal. Hal ini memaksa pemilik untuk segera menambah tenaga kerja guna menjaga kualitas layanan dan kecepatan operasional.</p>
<p>Saat ini, gerai Teh Desa didukung oleh dua karyawan cekatan yang melayani pelanggan mulai pukul 09.30 WIB hingga 21.30 WIB. Keberadaan tenaga kerja yang terampil ini memungkinkan Mbak Niki untuk menjalankan fungsi manajemen dari balik layar, memantau operasional tanpa harus terlibat langsung dalam pelayanan teknis setiap harinya.</p>
<p>Keunggulan kompetitif dari Teh Desa terletak pada strategi harga yang sangat inklusif. Dengan hanya Rp 3.000, konsumen sudah dapat menikmati satu cup teh rasa original yang menyegarkan. Bagi pecinta variasi rasa seperti leci, lemon, jasmine, hingga mangga, mereka cukup merogoh kocek tambahan sebesar Rp 2.000, sebuah angka yang sangat ramah di kantong.</p>
<p>Harga yang terjangkau ini menciptakan spektrum pelanggan yang sangat luas, mulai dari anak-anak sekolah yang baru pulang belajar, warga sekitar, hingga buruh pabrik triplek di kawasan sekitar. Hal ini sejalan dengan teori <em>Price Sensitivity</em>, di mana harga yang rendah mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih besar dalam industri minuman cepat saji.</p>
<p>Dalam tinjauan ekonomi, fluktuasi penjualan Teh Desa sangat dipengaruhi oleh faktor musim. Pada musim kemarau, gerai ini mampu menjual antara 250 hingga 300 cup per hari dengan omset rata-rata mencapai Rp 900.000. Namun, tantangan muncul saat musim hujan tiba, di mana volume penjualan terkoreksi menjadi sekitar 190-230 cup dengan omset Rp 650.000.</p>
<p>Fenomena menarik terjadi saat adanya momentum sosial seperti karnaval, gerak jalan, hingga gelaran <em>sound horeg</em>. Pada saat-saat tersebut, omset harian bisa melesat melampaui angka Rp 1.100.000. Hal ini membuktikan bahwa UMKM seperti Teh Desa sangat bergantung pada kepadatan kerumunan massa sebagai katalis peningkatan pendapatan instan.</p>
<p>Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan oleh Sherly Nur Agus Tasya, mahasiswa Prodi Manajemen semester 4 STIE Al-Anwar Mojokerto, terungkap struktur biaya operasional harian yang cukup efisien. Untuk target penjualan 250 cup original, biaya bahan baku yang meliputi sedotan, plastik, cup, teh, gula, es batu, hingga air galon mencapai Rp 482.000.</p>
<p>Dengan total penjualan 250 cup yang menghasilkan omset Rp 750.000 dan total biaya bahan baku sekitar Rp 480.000, Teh Desa mampu mengantongi laba kotor harian sebesar Rp 270.000. Angka ini mencerminkan margin keuntungan yang sehat bagi sebuah unit usaha <em>franchise</em> di tingkat kecamatan, sekaligus menunjukkan potensi pengembalian modal yang stabil.</p>
<p>Analisis ini didukung oleh pandangan para ahli ekonomi yang menyatakan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena sifatnya yang adaptif. Keberhasilan Teh Desa dalam mengelola biaya variabel dan mempertahankan volume penjualan adalah kunci utama untuk bertahan dalam pasar minuman yang kompetitif dan terus berubah.</p>
<p>Melalui laporan penelitian ini, kita dapat belajar bahwa keberanian memulai dan ketepatan dalam membaca pasar adalah modal utama dalam ekonomi kreatif. Studi kasus Teh Desa di Mojolegi ini memberikan optimisme bagi mahasiswa dan pelaku usaha muda lainnya bahwa sektor mikro tetap menjanjikan keuntungan nyata selama dikelola dengan manajemen yang baik.</p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/">Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
