<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi Kreatif Archives - Info Mojokerto</title>
	<atom:link href="https://infomojokerto.id/tag/ekonomi-kreatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infomojokerto.id/tag/ekonomi-kreatif/</link>
	<description>Infomojokerto.id hadir untuk menjembatani warga Mojokerto dengan informasi terkini dari kota mereka sendiri. Mulai dari berita harian, liputan UMKM lokal, sampai agenda kegiatan masyarakat&#8212;semua terangkum di satu tempat. Karena Mojokerto butuh suara, dan kami siap menyuarakannya.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 21:01:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://infomojokerto.id/wp-content/uploads/2025/04/4-150x150.png</url>
	<title>Ekonomi Kreatif Archives - Info Mojokerto</title>
	<link>https://infomojokerto.id/tag/ekonomi-kreatif/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</title>
		<link>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/</link>
					<comments>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[latif syaipudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:01:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infomojokerto.id/?p=3780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Infomojokerto.id &#8211; Dunia ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang terus menunjukkan <a class="read-more" href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/" title="Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/">Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>Infomojokerto.id</strong> &#8211; Dunia ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang terus menunjukkan geliat yang signifikan, terutama pada sektor kuliner minuman kekinian. Di tengah persaingan merk-merk besar, sebuah unit usaha mikro bernama &#8220;Teh Desa&#8221; yang berlokasi di Mojolegi, Kecamatan Mojoagung, berhasil mencatatkan performa yang impresif sejak resmi beroperasi pada Agustus 2024 lalu.</p>
<p>Keberhasilan usaha ini tidak terlepas dari tangan dingin Niki Dwi Pangestu, atau yang akrab disapa Mbak Niki. Di usianya yang menginjak 29 tahun, ia berani mengambil langkah strategis dengan menanamkan modal awal berkisar antara Rp 30.000.000 hingga Rp 33.000.000 untuk menghadirkan gerai <em>franchise</em> yang kini menjadi primadona di kawasan tersebut.</p>
<p>Secara geografis, pemilihan lokasi Teh Desa terbilang sangat cerdas dan strategis, yakni tepat di depan ruko karpet, Jalan Raya Ahmad Yani No. 34, Sawah, Mojolegi. Posisi ini berada di jalur utama yang padat, menjadikannya magnet bagi siapa saja yang melintasi kawasan Mojoagung untuk sekadar melepas dahaga di tengah cuaca panas.</p>
<p>Awal berdirinya usaha ini dimulai dengan perekrutan satu orang karyawan. Namun, hukum ekonomi tentang permintaan (<em>demand</em>) membuktikan kekuatannya; hanya dalam hitungan hari, volume pesanan melonjak drastis melampaui ekspektasi awal. Hal ini memaksa pemilik untuk segera menambah tenaga kerja guna menjaga kualitas layanan dan kecepatan operasional.</p>
<p>Saat ini, gerai Teh Desa didukung oleh dua karyawan cekatan yang melayani pelanggan mulai pukul 09.30 WIB hingga 21.30 WIB. Keberadaan tenaga kerja yang terampil ini memungkinkan Mbak Niki untuk menjalankan fungsi manajemen dari balik layar, memantau operasional tanpa harus terlibat langsung dalam pelayanan teknis setiap harinya.</p>
<p>Keunggulan kompetitif dari Teh Desa terletak pada strategi harga yang sangat inklusif. Dengan hanya Rp 3.000, konsumen sudah dapat menikmati satu cup teh rasa original yang menyegarkan. Bagi pecinta variasi rasa seperti leci, lemon, jasmine, hingga mangga, mereka cukup merogoh kocek tambahan sebesar Rp 2.000, sebuah angka yang sangat ramah di kantong.</p>
<p>Harga yang terjangkau ini menciptakan spektrum pelanggan yang sangat luas, mulai dari anak-anak sekolah yang baru pulang belajar, warga sekitar, hingga buruh pabrik triplek di kawasan sekitar. Hal ini sejalan dengan teori <em>Price Sensitivity</em>, di mana harga yang rendah mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih besar dalam industri minuman cepat saji.</p>
<p>Dalam tinjauan ekonomi, fluktuasi penjualan Teh Desa sangat dipengaruhi oleh faktor musim. Pada musim kemarau, gerai ini mampu menjual antara 250 hingga 300 cup per hari dengan omset rata-rata mencapai Rp 900.000. Namun, tantangan muncul saat musim hujan tiba, di mana volume penjualan terkoreksi menjadi sekitar 190-230 cup dengan omset Rp 650.000.</p>
<p>Fenomena menarik terjadi saat adanya momentum sosial seperti karnaval, gerak jalan, hingga gelaran <em>sound horeg</em>. Pada saat-saat tersebut, omset harian bisa melesat melampaui angka Rp 1.100.000. Hal ini membuktikan bahwa UMKM seperti Teh Desa sangat bergantung pada kepadatan kerumunan massa sebagai katalis peningkatan pendapatan instan.</p>
<p>Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan oleh Sherly Nur Agus Tasya, mahasiswa Prodi Manajemen semester 4 STIE Al-Anwar Mojokerto, terungkap struktur biaya operasional harian yang cukup efisien. Untuk target penjualan 250 cup original, biaya bahan baku yang meliputi sedotan, plastik, cup, teh, gula, es batu, hingga air galon mencapai Rp 482.000.</p>
<p>Dengan total penjualan 250 cup yang menghasilkan omset Rp 750.000 dan total biaya bahan baku sekitar Rp 480.000, Teh Desa mampu mengantongi laba kotor harian sebesar Rp 270.000. Angka ini mencerminkan margin keuntungan yang sehat bagi sebuah unit usaha <em>franchise</em> di tingkat kecamatan, sekaligus menunjukkan potensi pengembalian modal yang stabil.</p>
<p>Analisis ini didukung oleh pandangan para ahli ekonomi yang menyatakan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena sifatnya yang adaptif. Keberhasilan Teh Desa dalam mengelola biaya variabel dan mempertahankan volume penjualan adalah kunci utama untuk bertahan dalam pasar minuman yang kompetitif dan terus berubah.</p>
<p>Melalui laporan penelitian ini, kita dapat belajar bahwa keberanian memulai dan ketepatan dalam membaca pasar adalah modal utama dalam ekonomi kreatif. Studi kasus Teh Desa di Mojolegi ini memberikan optimisme bagi mahasiswa dan pelaku usaha muda lainnya bahwa sektor mikro tetap menjanjikan keuntungan nyata selama dikelola dengan manajemen yang baik.</p>
<p>The post <a href="https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/">Es Teh dan Ekonomi Kerakyatan: Analisis Mahasiswa STIE Al-Anwar terhadap Eksistensi Teh Desa di Jombang</a> appeared first on <a href="https://infomojokerto.id">Info Mojokerto</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infomojokerto.id/es-teh-dan-ekonomi-kerakyatan-analisis-mahasiswa-stie-al-anwar-terhadap-eksistensi-teh-desa-di-jombang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
