Infomojokerto.id – Anime 20th Century Electric Catalog menjadi salah satu proyek terbaru dari Kyoto Animation yang mulai menarik perhatian penggemar anime sejak pengumuman resminya. Serial ini hadir dengan nuansa steampunk dan sejarah alternatif yang cukup berbeda dibandingkan karya-karya Kyoto Animation sebelumnya.
Dengan judul internasional Sparks of Tomorrow, anime ini dijadwalkan tayang mulai 5 Juli 2026 dan akan disiarkan di berbagai stasiun televisi Jepang serta tersedia secara global melalui Netflix.
Cerita anime ini mengambil latar Kyoto pada awal abad ke-20, tetapi dalam versi dunia yang berkembang dengan arah teknologi berbeda dari sejarah nyata. Masyarakat masih mengandalkan mesin uap sebagai sumber utama kehidupan sehari-hari. Kota dipenuhi asap industri, sementara perkembangan listrik masih dianggap sebagai sesuatu yang belum pasti. Di tengah kondisi tersebut, muncul seorang pemuda bernama Kihachi Sakamoto yang percaya bahwa listrik akan menjadi teknologi yang mampu mengubah masa depan dunia.
Kihachi dikenal sebagai sosok yang gemar bereksperimen dan mencatat berbagai ide penemuannya dalam sebuah buku yang disebut “20th Century Electrical Catalog.” Bersama kakaknya, Seiroku Sakamoto, ia berusaha menciptakan berbagai teknologi baru demi mewujudkan impian tersebut. Namun perjalanan mereka berubah drastis ketika Seiroku harus pergi ke medan perang dan tidak kembali lagi. Peristiwa itu menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup Kihachi.
Dalam perjalanannya, Kihachi bertemu dengan Inako Momokawa, seorang gadis yang kemudian ikut terlibat dalam kisah mengenai katalog listrik misterius tersebut. Situasi semakin rumit ketika Yosuke Mizoe mulai memburu katalog itu demi kepentingannya sendiri. Konflik mengenai teknologi, masa depan, dan ambisi pribadi menjadi bagian penting yang membentuk jalan cerita anime ini.
Dari sisi produksi, 20th Century Electric Catalog dikerjakan oleh Kyoto Animation yang dikenal memiliki kualitas animasi detail dan emosional. Anime ini disutradarai oleh Minoru Ota, sementara penulisan komposisi seri ditangani Tatsuhiko Urahata. Desain karakter dikerjakan oleh Kohei Okamura yang juga menjabat sebagai chief animation director. Untuk musik, proyek ini mempercayakannya kepada Hitomi Koto, sedangkan pengaturan dunia cerita ditangani oleh Takaaki Suzuki.
Kehadiran anime ini cukup menarik karena menawarkan kombinasi drama emosional, perkembangan teknologi, dan suasana steampunk yang jarang diangkat dalam karya Kyoto Animation. Banyak penggemar juga menantikan bagaimana studio tersebut akan menampilkan detail visual kota Kyoto versi alternatif dengan teknologi mesin uap dan eksperimen listrik yang menjadi inti cerita.
Dengan premis unik dan tim produksi berpengalaman, 20th Century Electric Catalog berpotensi menjadi salah satu anime paling menonjol pada musim panas 2026. Selain menghadirkan kisah perjuangan dan impian, anime ini juga menawarkan dunia alternatif yang kaya detail dan atmosfer berbeda dibandingkan anime modern pada umumnya.









