Deretan Tempat Ngabuburit di Mojokerto Ramadan 2026

Infomojokerto.id – Mojokerto tidak hanya menyimpan sisa-sisa kemegahan Kerajaan Majapahit, tetapi juga menjadi pusat wisata religi yang memancarkan kerukunan antarumat beragama. Di sini, pengunjung dapat menemukan jejak sejarah Islam yang kental di Makam Troloyo, sebuah kompleks pemakaman kuno tempat peristirahatan Syekh Jumadil Kubro, yang diyakini sebagai leluhur Wali Songo.

Keberadaan makam muslim di jantung ibu kota Majapahit ini menjadi bukti nyata adanya asimilasi budaya dan toleransi yang telah terjaga selama berabad-abad di tanah Jawa.

Selain situs Islami, Mojokerto memiliki ikon spiritual yang mendunia di Maha Vihara Majapahit, yakni patung Buddha Tidur (Sleeping Buddha) berwarna emas. Dengan panjang mencapai 22 meter, patung ini dinobatkan sebagai yang terbesar di Indonesia dan menggambarkan momen parinirvana atau wafatnya sang Buddha.

Keindahan arsitektur vihara yang dipadukan dengan relief-relief sejarah Majapahit memberikan atmosfer ketenangan bagi siapa saja yang datang untuk bermeditasi maupun sekadar berwisata edukasi.

Perjalanan religi di kota ini semakin lengkap dengan mengunjungi Masjid Agung Al-Fattah yang berdiri megah di depan alun-alun. Sebagai masjid tertua di Mojokerto yang dibangun sejak tahun 1877, bangunannya kini tampil memukau dengan perpaduan desain modern Timur Tengah dan ukiran soko guru khas Majapahit.

Keberagaman ini, ditambah dengan situs purbakala seperti Petirtaan Jolotundo yang airnya dipercaya membawa berkah, menjadikan Mojokerto sebagai destinasi ziarah yang menawarkan kedamaian spiritual sekaligus kekayaan histori yang tak ternilai.

Berikut beberapa rekomendasi wisata religi di Mojokerto yang bisa dikunjungi saat Ramadan:

Makam Troloyo

Makam ini merupakan pemakaman Islam pada zaman Kerajaan Majapahit dan menjadi tempat peristirahatan Syekh Jumadil Kubro, kakek Sunan Ampel. Harga tiket masuk Rp 5.000, buka 24 jam.

Makam Kiai Musthofa ‘Kiai Tiban’

Makam ini terletak di belakang Masjid Al Musthofa dan merupakan tempat peristirahatan Kiai Musthofa, tokoh penting dalam perkembangan Tarikat Qadariyah Naqsabandiyah.

Masjid Agung Al Fattah

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Mojokerto, dibangun pada tahun 1877 dan memiliki arsitektur yang memadukan budaya Islam Timur Tengah dan Majapahit. Buka setiap hari, 03.45 WIB – 19.00 WIB, gratis.

Masjid Agung Darussalam

Masjid ini memiliki beduk raksasa dan merupakan salah satu ikon baru Kabupaten Mojokerto. Buka setiap hari, 24 jam, harga tiket masuk Rp 7.500 (anak-anak) dan Rp 10.000 (dewasa).

Candi Bajang Ratu

Candi ini merupakan salah satu warisan Kerajaan Majapahit dan memiliki arsitektur yang khas. Harga tiket masuk Rp 5.000, buka setiap hari, 08.00 WIB – 15.00 WIB.

Petirtaan Jolotundo

Situs pemandian kuno yang memiliki ciri khas Hindu dan diperkirakan telah ada sejak tahun 899 Saka. Buka setiap hari, 24 jam, gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *