infomojokerto.id – Film anime That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea merupakan film layar lebar kedua dari waralaba Tensei Shitara Slime Datta Ken. Judul Jepangnya adalah Gekijōban Tensei Shitara Suraimu Datta Ken: Sōkai no Namida-hen (biasa di singkat Tensura). Proyek film ini diumumkan secara resmi melalui situs dan materi promosi franchise Tensura.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Jepang pada 27 Februari 2026. Informasi tanggal rilis tersebut dikonfirmasi melalui pengumuman resmi yang juga dirangkum oleh komunitas Tensura di Tensura Fandom dan pemberitaan media anime internasional. Untuk penayangan di luar Jepang, termasuk Asia Tenggara, jadwal pastinya biasanya menyusul setelah rilis domestik dan diumumkan oleh distributor setempat.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh studio Eight Bit, studio yang sama yang mengerjakan adaptasi anime Tensura sejak musim pertama hingga musim-musim berikutnya. Ceritanya merupakan kisah orisinal yang tetap berada dalam kanon dunia Tensura dan dikembangkan dengan pengawasan langsung dari Fuse sebagai penulis asli light novel. Informasi mengenai keterlibatan staf inti dan perilisan teaser visual serta trailer juga mengonfirmasi bahwa film ini mempertahankan gaya visual dan pendekatan cerita khas seri TV-nya.
Kisah dalam Tears of the Azure Sea berfokus pada petualangan baru Rimuru Tempest dan para sekutunya setelah peristiwa besar di Tempest. Mereka menerima undangan untuk berkunjung ke sebuah pulau resor di wilayah kekaisaran Salion, yang dipimpin oleh Elmesia. Perjalanan yang awalnya dimaksudkan sebagai liburan berubah menjadi rangkaian peristiwa penuh misteri ketika muncul seorang wanita misterius bernama Yura, yang membawa masalah dan konflik baru. Latar lautan biru yang luas menjadi panggung utama cerita, menggabungkan nuansa petualangan santai dengan ancaman tersembunyi yang kembali menguji kepemimpinan Rimuru serta kekompakan Tempest.
Secara keseluruhan, Tears of the Azure Sea menghadirkan cerita orisinal yang memperluas dunia Tensura dengan latar laut dan pulau tropis, tetap digarap oleh tim produksi yang sama, serta berada di bawah pengawasan langsung pencipta aslinya. Film ini diposisikan sebagai lanjutan petualangan Rimuru yang bisa dinikmati penggemar lama maupun penonton baru yang ingin mengikuti kisahnya di layar lebar.









