Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersinergi dengan Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Mojokerto menggelar aksi kemanusiaan berupa pemberian santunan kepada 1.000 anak yatim. Kegiatan yang mencakup anak-anak dari 18 kecamatan di seluruh wilayah kabupaten ini dipusatkan di Pendapa Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, serta jajaran pengurus Baznas. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan anak yatim sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam penyalurannya, setiap anak menerima bantuan komprehensif. Baznas Provinsi Jawa Timur memberikan paket tas sekolah dan alat tulis guna mendukung pendidikan mereka. Sementara itu, Baznas Kabupaten Mojokerto menyerahkan santunan tunai sebesar Rp200.000 per anak.
Sektor UMKM setempat turut dilibatkan dalam kegiatan ini melalui sistem voucher belanja senilai Rp25.000 per anak. Total dana voucher sebesar Rp25 juta tersebut berasal dari partisipasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Mojokerto, yang dapat digunakan anak-anak untuk berbelanja di stan-stan yang telah disediakan.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang bertujuan menumbuhkan empati sosial secara berkelanjutan.
“Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya, bahwasanya pada hari ini menjelang berbuka puasa kita dapat bersilaturahmi bersama anak-anak yatim di Kabupaten Mojokerto pada program kolaborasi yang sangat baik antara Baznas Provinsi Jawa Timur, Baznas Kabupaten Mojokerto, dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut.
Lebih lanjut, Gus Barra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur dan muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Ia menekankan bahwa pendampingan terhadap anak yatim adalah amanah moral dan agama yang harus dipikul bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Sudah menjadi tugas kita bersama sebagai masyarakat untuk hadir, peduli, dan memberikan dukungan agar anak-anak yatim dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang kuat, mandiri, serta berakhlakul karimah,” imbuhnya.
Melalui program ini, Pemkab Mojokerto berharap semangat gotong royong dapat terus terakomodasi secara formal maupun informal, sehingga tercipta ketahanan sosial yang kuat bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak yatim di Bumi Majapahit.









