Infomojokerto.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, menghentikan operasionalnya mulai Senin, 2 Februari 2026. Secara resmi pihak SPPG mengeluarkan pengumuman melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 02/II/SPPGWates/2026.
Penghentian sementara ini disebabkan oleh kendala pada sistem pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wates yang tidak beroperasi membuat aktivitas penyediaan dan pendistribusian makanan bergizi kepada hampir 4 ribu penerima manfaat terpaksa dihentikan.
BGN membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG tersebut, namun belum ada kepastian kapan operasional dapur MBG Wates akan kembali berjalan normal.
BGN menyampaikan bahwa SPPG Karanglo Gang 1 Nomor 26, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto, memang berhenti sementara karena persoalan teknis dalam proses pencairan dana. Belum ada kepastian, hingga kapan operasional dapur MBG Wates akan kembali berjalan normal.
Penghentian operasional ini kembali menimbulkan sorotan publik, mengingat dapur MBG Wates sebelumnya juga sempat mengalami sejumlah kendala.
Sebulan sebelumnya, SPPG ini juga masuk ke dalam program percontohan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto mengalami hambatan teknis.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates yang berlokasi di Kecamatan Magersari secara resmi menghentikan sementara operasional dapurnya terhitung sejak Kamis (18/12/2025).
Penghentian aktivitas dapur yang menjadi pionir program pemenuhan gizi di kota ini diduga kuat disebabkan oleh kendala administratif.
Anggaran yang bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan belum cair, sehingga proses produksi makanan untuk sementara waktu tidak dapat dilanjutkan.
Selama masa operasionalnya, SPPG Wates memegang peranan vital sebagai penyedia utama asupan gizi bagi para pelajar. Setidaknya ada sembilan lembaga pendidikan yang terdampak oleh mandeknya dapur ini, yang mencakup berbagai jenjang sekolah, di antaranya: Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK.









