Tim KKN STIE Al-Anwar Soroti Strategi Adaptasi UMKM Kerupuk Bawang “3 Putra” di Desa Jatirejo

Infomojokerto.id – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Manajemen STIE Al-Anwar Mojokerto melakukan peninjauan lapangan langsung ke sentra usaha rumahan Kerupuk Bawang “3 Putra” di Dusun Jatirejo RT 08 / RW 03, Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola operasional serta strategi ketahanan bisnis lokal yang dikelola oleh Bapak Munir di tengah tekanan ekonomi pasar saat ini.

Usaha Kerupuk Bawang “3 Putra” merupakan bisnis warisan turun-temurun dari orang tua Pak Munir yang kini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga dan penyedia kerupuk bawang khas di wilayah Jatirejo.

Produk utama yang dihasilkan adalah kerupuk bawang olahan mandiri yang terkenal akan tekstur renyah, rasa gurih, dan aroma khas yang konsisten sejak pertama kali didirikan.

Namun, operasional usaha belakangan ini menghadapai tekanan berat akibat lonjakan harga bahan baku utama, seperti tepung terigu dan kanji, yang mengancam margin keuntungan industri olahan pangan skala kecil.

Untuk mengimbangi biaya produksi, Pak Munir menerapkan strategi ganda dengan mengambil pasokan kerupuk dari supplier asal Sidoarjo untuk memenuhi pesanan rutin, sembari tetap memproduksi adonan resep aslinya dalam volume terukur.

Perubahan juga terjadi pada rantai distribusi, keterbatasan tenaga kerja operasional memaksa usaha ini menghentikan pasokan rutin ke toko-toko retail di area Jatirejo, Trowulan, dan Gondang, lalu beralih penuh ke sistem Pre-Order (PO).

Fokus penjualan kini dialihkan untuk melayani pesanan kegiatan kemasyarakatan seperti hajatan dan tahlilan dengan harga paket Rp2.000, Rp3.000, hingga Rp5.000 per bungkus, serta krecek (kerupuk mentah) seharga Rp27.000 per kilogram yang dipasarkan via WhatsApp hingga menembus Kabupaten Jombang.

“Inovasi dan fleksibilitas Pak Munir dalam mengombinasikan pasokan luar serta mempertahankan produksi mandiri menunjukkan resiliensi nyata pelaku UMKM di tingkat desa,” ujar Mochammad Fahmi S., mahasiswa peneliti dari tim KKN STIE Al-Anwar Mojokerto.

Fahmi menambahkan bahwa penerapan teknik pembekuan adonan di dalam freezer selama 12 hingga 24 jam yang dilakukan Pak Munir terbukti secara teknis mampu menghasilkan tekstur kerupuk yang lebih halus, mekar merata, dan tampak glowing saat digoreng.

Kegiatan pengabdian masyarakat dan penyusunan laporan analisis UMKM ini dilaksanakan di bawah bimbingan dan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hj. Mutmainah, S.E., M.M. dan AA. Ayu Oka Ariyani, S.Sos., MSA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *