Skuad 163 Miliar Naturalisasi Tumbang, Erick Thohir Tetap Dukung Penuh Racikan Herdman

Infomojokerto.id – Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin 3 Agustus 2026, menjadi pukulan keras bagi Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026. Namun di tengah sorotan tajam, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih pasang badan untuk skuad asuhan John Herdman.

Meski tampil di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, pasukan Garuda harus mengakui keunggulan Vietnam yang tampil lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan. Hasil ini membuat langkah Indonesia menuju semifinal semakin berat.

Menanggapi hasil buruk tersebut, Erick Thohir bersikap tenang dan tidak menyalahkan pelatih. Ia justru memberikan pembelaan terbuka kepada John Herdman yang baru beberapa bulan menangani tim.

“Vietnam memang tim yang tangguh, kompak, dan sudah menjalani training camp cukup lama. Mereka juga sudah berkali-kali menjadi juara AFF,” ujar Erick.

Erick menegaskan dirinya masih menaruh kepercayaan penuh kepada pelatih asal Inggris itu. Menurutnya, Herdman masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan adaptasi dengan para pemain, termasuk deretan pemain naturalisasi yang kini mendominasi skuad.

Fakta di lapangan memang kontras. Dengan market value mencapai 163 miliar rupiah, skuad Indonesia jauh di atas Vietnam yang hanya 115 miliar. Dari 11 pemain inti, hampir semuanya berstatus naturalisasi. Sementara Vietnam hanya menurunkan 2 hingga 3 pemain naturalisasi.

Namun superioritas nilai pasar dan komposisi pemain itu tidak mampu mencegah kekalahan memalukan. Lini serang tumpul, lini tengah mudah ditembus, dan pertahanan tiga kali kebobolan.

Erick meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan perjuangan belum berakhir dan meminta seluruh elemen tim segera bangkit.

Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi enam poin, di bawah Vietnam dan Singapura.

“Di pertandingan berikutnya melawan Singapura, kita harus memberikan yang terbaik,” tegas Erick.

Laga kontra Singapura pada Jumat 7 Agustus 2026 kini menjadi harga mati. Kemenangan wajib diraih Rizky Ridho dan rekan-rekannya jika Garuda masih ingin menjaga asa lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *