Infomojokerto.id – Rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sains Desa Bleberan 2026 yang dilaksanakan oleh mahasiswa STIE Al-Anwar Mojokerto resmi berakhir. Penutupan kegiatan di Kecamatan Jatirejo ini menjadi momen evaluasi sekaligus perpisahan hangat antara jajaran akademisi, mahasiswa, serta jajaran pemerintah desa dan warga setempat.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa fokus menjalankan berbagai program kerja strategis yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan keterlibatan masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah pelaksanaan seminar UMKM yang dirancang untuk mendorong potensi produk lokal warga Bleberan agar lebih berdaya saing.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026, mahasiswa sukses menggelar kegiatan “Sosialisasi & Praktik Peningkatan Nilai Jual Produk” di Balaidesa Bleberan. Mengusung tema “Kreativitas Berkelanjutan: Menggali Nilai Tambah (Value Creation) Produk Lokal bagi UMKM”, acara ini dihadiri oleh puluhan pelaku usaha kecil, pemuda, dan warga lokal.
Fokus materi dalam pelatihan tersebut menyoroti tiga pilar utama pengembangan produk, yaitu pemilihan bahan baku, teknik packaging (pengemasan), dan strategi pemasaran. Ketiga elemen ini dinilai sangat krusial agar produk olahan masyarakat desa mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Untuk memberikan dampak nyata, kegiatan ini menghadirkan Maghfiroh, A.Md, seorang pelaku UMKM aktif sekaligus influencer, sebagai pemateri utama. Kehadiran influencer ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis mengenai pemanfaatan media sosial dan strategi pembuatan konten pemasaran digital secara langsung.
Acara tersebut dipandu oleh jurnalis Latif Syaipudin sebagai moderator, serta didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bambang Wicaksono, S.Pd., M.Ak. Kehadiran pembimbing memastikan seluruh materi akademik dapat ditransformasikan menjadi langkah praktis bagi peserta.
Dalam pemaparannya, Maghfiroh menekankan bahwa bahan baku sederhana dapat memiliki nilai ekonomi berlipat jika dikemas dan dipasarkan dengan teknik storytelling yang tepat. “Kuncinya ada di kemasan dan cerita di balik produk. Dari yang awalnya cuma 100 ribu, kalau kita bisa kasih nilai tambah, bisa jadi 1 juta. Itu yang kita ajarkan di sini,” ujarnya saat memandu sesi praktik.
Selain seminar UMKM, mahasiswa KKN juga aktif memeriahkan suasana peringatan HUT RI ke-81 di Desa Bleberan. Mahasiswa berkolaborasi dengan perangkat desa dan pemuda setempat dalam mengorganisir berbagai kegiatan lomba 17-an serta agenda kebersamaan warga untuk mempererat tali silaturahmi.
Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat terlihat dari pemanfaatan potensi komoditas lokal yang diangkat selama program kerja, seperti Keripik Bayam, Teh Daun Kelor, Sayur Segar, hingga Sambal Hijau. Seluruh produk contoh ini dipraktikkan pengemasannya agar siap dipasarkan secara profesional.
Kepala Desa Bleberan, Muhamad Yusuf Wibisono, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kontribusi nyata yang dibawa oleh para mahasiswa STIE Al-Anwar Mojokerto selama bertugas di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program yang dijalankan, khususnya pelatihan UMKM dan partisipasi dalam kegiatan Agustus-an, memberikan dampak positif dan semangat baru bagi warga kami. Saya berharap silaturahmi antara warga Desa Bleberan dengan para mahasiswa maupun kampus STIE Al-Anwar tidak berhenti di sini dan terus terjalin erat di masa depan,” tutur Muhamad Yusuf Wibisono.
Melalui penutupan KKN ini, mahasiswa berharap semangat “Belajar, Praktik, dan Hasilkan Cuan” yang telah ditanamkan dapat terus dilanjutkan oleh para pelaku usaha lokal demi memajukan perekonomian Desa Bleberan secara berkelanjutan.









