Infomojokerto.id – Seorang penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) di Mojokerto akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Permintaan maaf ini disampaikan setelah videonya yang memarahi seorang fotografer bernama Arwani di tengah prosesi akad pernikahan viral di media sosial.
Melalui unggahan di akun TikTok @Shankara.project, penghulu tersebut mengaku khilaf dan menyesali insiden adu mulut yang sempat merusak kesakralan acara pernikahan.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni karena miskomunikasi dan sama sekali tidak ada niat untuk menghina sang fotografer.
Seperti diberitakan sebelumnya, keributan dipicu saat fotografer mencoba menyampaikan permintaan pengantin perempuan yang ingin keluar sejenak setelah akad nikah selesai.
Namun, niat tersebut justru direspons emosional oleh penghulu yang merasa tugasnya diatur-atur. Bahkan sempat terlontar kalimat “Tukang foto dan rias ojok ngatur pemerintah” yang menjadi sorotan warganet.
Dalam video tersebut, penghulu juga sempat menunjuk-nunjuk fotografer di depan tamu undangan dan mempertanyakan adabnya.
Kini, setelah videonya viral dan menuai beragam komentar negatif, sang penghulu memilih untuk meluruskan dan meminta maaf secara terbuka kepada publik dan kepada fotografer yang bersangkutan.
Penghulu tersebut kini menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat di masa depan.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan prosesi akad nikah dapat tetap berjalan dengan khidmat dan sakral tanpa adanya ketegangan.









