Ananta – Game Yang di Gadang Gadang Jadi GTA Versi Anime

 

infomojokerto.id – Di tengah ramainya pasar game RPG dunia terbuka, muncul sebuah judul baru yang langsung mencuri perhatian: Ananta. Game ini dikembangkan oleh studio Naked Rain bersama NetEase Montreal, dan diumumkan secara resmi pada ajang Gamescom 2023. Sejak saat itu, Ananta digadang-gadang sebagai proyek ambisius yang mencoba menggabungkan kebebasan eksplorasi, gaya urban futuristik, serta sentuhan magis khas dunia fantasi.

Kisah Ananta membawa pemain ke sebuah kota modern bernama Nova City, pusat kehidupan yang tampak megah sekaligus misterius. Namun di balik kerlap-kerlip lampu kota, sebuah ancaman besar mulai muncul: fenomena aneh yang dikenal sebagai Chaos. Pemain akan berperan sebagai agen dari organisasi Anti-Chaos Directorate (A.C.D.), yang ditugaskan menyelidiki anomali sekaligus melindungi umat manusia dari gangguan supernatural. Dari sinilah petualangan penuh aksi, misteri, dan keindahan kota futuristik dimulai.

Salah satu daya tarik terbesar Ananta adalah cara dunia terbukanya dihadirkan. Pemain tidak hanya bisa berlari atau memanjat, tetapi juga meluncur di udara, melakukan parkour, hingga berayun di antara gedung-gedung tinggi dengan gaya yang mengingatkan pada Spider-Man. Setiap karakter di dalamnya bahkan punya gaya bergerak unik ada yang mengubah senjatanya menjadi sepeda, ada pula yang melibatkan kemampuan supranatural untuk menjelajahi kota. Dunia Ananta terasa hidup, dipenuhi pantai, taman hiburan, kawasan industri, dan sudut-sudut urban lain yang semuanya bisa dijelajahi.

Dalam hal pertempuran, Ananta tidak hanya mengandalkan kekuatan karakter. Pemain dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai senjata improvisasi, menggabungkan strategi dengan aksi cepat dalam pertarungan melawan bos maupun musuh biasa. Tim beranggotakan empat karakter memungkinkan kombinasi taktik yang dinamis, di mana setiap kemampuan saling melengkapi. Di luar pertempuran, pemain juga bisa menikmati aktivitas sampingan seperti mini-game, interaksi sosial, atau sekadar merasakan atmosfer kota.

Yang membuat Ananta berbeda dari banyak game sejenis adalah model monetisasinya. Banyak yang menduga game ini akan menggunakan sistem gacha untuk karakter, namun pengembang menegaskan bahwa semua karakter bisa diperoleh tanpa perlu undian berbayar. Sebaliknya, monetisasi hanya berfokus pada kosmetik seperti pakaian, kendaraan, dekorasi rumah, dan furnitur. Pendekatan ini dianggap langkah berani, karena menghindari stigma “pay-to-win” yang sering melekat pada game gratis dengan sistem undian karakter.

Secara teknis, Ananta juga menjanjikan kualitas grafis tinggi. Untuk versi PC, game ini mendukung DLSS 4 Multi Frame Generation serta fitur ray-tracing dari NVIDIA, yang membuat pencahayaan dan detail kota semakin realistis. Game ini rencananya akan dirilis untuk PC, PlayStation 5, Android, dan iOS, sehingga bisa diakses oleh banyak pemain dari berbagai platform.

Respon awal terhadap Ananta cukup positif. Saat diperkenalkan di Tokyo Game Show 2025, demo gameplay-nya langsung menarik perhatian, dengan banyak media menyebutnya sebagai campuran unik antara GTA versi anime, mekanik traversal ala Spider-Man, hingga nuansa Yakuza dengan karakter penuh gaya. Walaupun banyak mengingatkan pada game besar lain, Ananta punya identitasnya sendiri melalui kombinasi tema urban, cerita supernatural, serta sistem ekonomi yang lebih ramah pemain.

Namun, tentu masih ada pertanyaan besar yang menunggu jawaban. Mampukah Ananta menjaga keseimbangan antara berbagai mekanik gameplay yang kompleks? Seberapa luas konten yang akan tersedia saat peluncuran? Dan yang paling penting, apakah model monetisasi kosmetik saja cukup untuk membuat game ini berumur panjang?

Yang jelas, Ananta hadir membawa harapan baru. Ia bukan sekadar “game mirip Spider-Man” atau “GTA versi anime”, tetapi sebuah eksperimen besar yang mencoba meramu banyak elemen populer menjadi satu pengalaman. Jika semua janji yang dilontarkan pengembang bisa terwujud, maka Ananta berpotensi menjadi salah satu RPG open-world paling menarik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *