Angkat Komoditas Unggulan Desa, Mahasiswa KKN Rejosari Pelajari Seni Barista dan Menjaga Kualitas Produk

Infomojokerto.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Rejosari memanfaatkan momentum pengabdian masyarakat untuk mendalami potensi ekonomi daerah. Pada Jumat (31/07/2026) siang, para mahasiswa mengikuti praktik langsung meracik kopi ala barista bersama pelaku UMKM Kebun Kopi Asmoro di Desa Rejosari.

Kegiatan yang bertempat langsung di lokasi Kebun Kopi Asmoro milik Adi Sucipto. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai olahan komoditas kopi lokal yang menjadi salah satu produk unggulan Desa Rejosari.

Di bawah bimbingan narasumber, para mahasiswa mendapatkan edukasi mendalam mulai dari tahap awal pengolahan. Materi yang disampaikan meliputi kriteria pemilihan biji kopi berkualitas, teknik penggilingan (grinding) yang tepat, hingga perhitungan rasio takaran antara bubuk kopi dan air untuk menghasilkan ekstraksi rasa yang seimbang.

Tidak hanya sebatas teori, peserta KKN juga diajak mempraktikkan langsung teknik menyeduh kopi presisi. Bimbingan intensif dari pengelola Kebun Kopi Asmoro memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman menjadi seorang barista secara langsung.

Selain fokus pada teknik penyeduhan, pelaku UMKM turut menekankan pentingnya aspek operasional usaha. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai urgensi menjaga kebersihan peralatan secara berkala, konsistensi standar rasa (quality control), serta tata cara penyajian (visual presentation) yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis baru, tetapi juga wawasan strategis mengenai manajemen UMKM berbasis sumber daya lokal. Pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam menganalisis potensi pengembangan pemasaran produk kopi Desa Rejosari ke pasar yang lebih luas.

Menanggapi kegiatan tersebut, perwakilan mahasiswa KKN dari Program Studi Manajemen, Salsabila Kurnia Putri, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan penting terkait strategi bisnis UMKM.

“Melalui praktik langsung ini, kami tidak hanya sekadar belajar meracik kopi yang enak, tetapi juga memahami esensi pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan prima. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami untuk melihat secara nyata bagaimana potensi lokal unggulan seperti Kopi Asmoro ini dapat dikelola dan dikembangkan lebih profesional agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Salsabila.

Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lukman Hakim, S.E., M.Si. dan Suwartono, S.H., M.Ak. Kehadiran tim mahasiswa, termasuk Salsabila Kurnia Putri dari Program Studi Manajemen sebagai penulis laporan kegiatan, mempertegas komitmen akademisi dalam mendukung penguatan UMKM desa.

Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi tim KKN untuk merumuskan program pendampingan lanjutan yang adaptif dan berdampak positif bagi keberlanjutan UMKM Kopi Asmoro di Desa Rejosari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *