Infomojokerto.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sains STIE Al-Anwar resmi dimulai pada Kamis (30/7/2026) kemarin. Pembukaan kegiatan lapangan tersebut diselenggarakan secara khidmat di Kantor Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Acara pembukaan secara resmi ini dihadiri oleh jajaran perangkat Kecamatan Jatirejo, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN yang berasal dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen.
Dalam pelaksanaan KKN tahun ini, perguruan tinggi mengusung tema besar “Transformasi Ekonomi Desa: Digitalisasi Keuangan dan Penguatan Ekosistem UMKM Mandiri”. Tema tersebut diambil sebagai respons atas kebutuhan efisiensi dan adaptasi teknologi pada sektor usaha skala mikro dan kecil di daerah pedesaan.
Guna mengoptimalkan jangkauan program kerja, para mahasiswa disebar ke lima desa target di wilayah Kecamatan Jatirejo. Kelima wilayah penugasan tersebut mencakup Desa Bleberan, Mojogeneng, Jatirejo, Padangsari, dan Rejosari. Focus utama pergerakan mahasiswa terletak pada pendampingan pencatatan keuangan digital dan strategi perancangan branding UMKM.
Selesai mengikuti seremonial pembukaan di tingkat kecamatan, seluruh kelompok mahasiswa didampingi DPL masing-masing langsung meluncur menuju lokasi penempatan. Salah satunya adalah Kelompok 3 yang mendapatkan amanah penugasan khusus di kawasan Desa Jatirejo.
Setibanya di Posko KKN Desa Jatirejo, Kelompok 3 yang didampingi DPL Hj. Mutmainah, S.E., M.M., dan AA. Ayu Oka Ariyani, S.Sos., MSA, segera menyelenggarakan rapat koordinasi internal. Diskusi awal tersebut berfokus pada pemetaan potensi lokasi dan penetapan target program kerja utama yang menitikberatkan pada pendampingan, edukasi, pelatihan, serta penerapan digitalisasi bagi pelaku UMKM lokal.
Guna memperkuat sinergi di lapangan, Kelompok 3 menutup rangkaian agenda hari pertama dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ibu Kepala Desa Jatirejo, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK desa setempat. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa memaparkan rancangan program kerja yang telah disusun untuk mendapatkan arahan serta saran dari pihak pemerintah desa.
Pertemuan tersebut membuahkan berbagai rancangan kolaborasi strategis di mana pihak PKK merekomendasikan intervensi mahasiswa pada empat sektor utama, yakni ekonomi, sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan kesehatan. Sektor ekonomi akan diisi dengan pelatihan affiliate marketing dan sosialisasi alur produksi UMKM, sementara sektor sosial, pendidikan, dan kesehatan diisi lewat partisipasi pada giat keagamaan, bimbingan belajar anak sekolah, serta pendampingan Posyandu.
Mochammad Fahmi S. dari Prodi Manajemen, mengutarakan optimisme timnya usai mendapatkan respons positif dari perangkat desa pada hari pertama penugasan tersebut.
“Kami bersyukur program kerja kami disambut hangat oleh Ibu Kepala Desa dan jajaran PKK. Kolaborasi yang terjalin sejak hari pertama ini menjadi pijakan kuat bagi kami untuk menghadirkan pendampingan nyata, khususnya dalam membantu pelaku UMKM lokal merambah ekosistem digital demi terwujudnya ekonomi desa yang inklusif serta berkelanjutan,” ujar Mochammad Fahmi S.









