Infomojokerto.id – Suasana Stadion Gelora A Yani Kota Mojokerto berubah ricuh pada Rabu, 29 Juli 2026 sore. Keributan terjadi usai laga Liga Pelajar Piala Soeratin Kota Mojokerto 2026 antara RNA vs Gen B yang harus diselesaikan lewat adu penalti.
Laga berjalan sengit hingga berakhir imbang dan dilanjutkan adu penalti. RNA keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 atas GenB.
Namun kemenangan itu justru memicu keributan. Febrianto, salah satu penonton yang menyaksikan langsung di tribun, menceritakan kronologinya.
“Adu penalty RNA 5 : 4 Gen B. Suportter RNA turun disekitar gawang untuk provokasi sehingga memicu kontroversi dan anehnya wali murid RNA turun memukul pemain gen B akhirnya pecahlah adu jotos,” paparnya,
Menurut Febrianto, sekelompok suporter RNA turun ke area sekitar gawang untuk melakukan provokasi kepada pemain GenB. Situasi memanas ketika wali murid dari kubu RNA ikut turun ke lapangan dan memukul salah satu pemain Gen B.
Tak lama kemudian adu mulut berubah jadi adu jotos antar kedua kubu.
Aksi saling dorong dan pemukulan tersebut terekam video dan langsung viral di media sosial. Dalam video terlihat puluhan orang, termasuk orang dewasa, terlibat dalam kericuhan di tepi lapangan. Aparat keamanan sempat kewalahan menenangkan situasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Panitia Piala Soeratin Kota Mojokerto maupun Askot PSSI Mojokerto terkait sanksi dan tindak lanjut insiden ini.
Piala Soeratin merupakan kompetisi resmi PSSI untuk kelompok usia pelajar. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap suporter dan orang tua saat laga usia dini.









