Bupati Albarraa Ajak Santri Mojokerto Kawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Infomojokerto.id – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyerukan agar para santri terus berperan aktif dalam menjaga semangat kebangsaan sekaligus mengawal perjalanan Indonesia menuju peradaban dunia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menggelar kegiatan ngaji kebangsaan dan sholawatan di Pendopo Graha Maja Tama sebagai bentuk refleksi peran santri dalam pembangunan nasional.

“Santri adalah kekuatan moral dan intelektual bangsa. Tema tahun ini menegaskan bahwa santri tidak hanya menjaga nilai keislaman, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju bangsa yang berperadaban dunia,” ujar Bupati Albarraa, yang akrab disapa Gus Barra.

Dalam sambutannya, Gus Barra menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di kalangan santri agar mampu bersaing di tengah dinamika global. “Santri masa kini harus adaptif, visioner, dan memiliki daya saing. Dunia sedang berubah, dan santri harus mampu menjadi bagian dari perubahan itu,” tegasnya.

Selain senam bersama, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan simbolis manfaat Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga ahli waris penerima manfaat: keluarga almarhum Imam Mutatohir (staf Satpol PP Kabupaten Mojokerto), Rifa’i (perangkat RT Desa Bangun, Kecamatan Pungging), dan Muliyono (perangkat RT Desa Purworejo, Kecamatan Pungging). Selain santunan kematian, keluarga penerima juga mendapatkan beasiswa pendidikan bagi anak yang ditinggalkan.

Gus Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, termasuk Bank Jatim, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas Mojokerto.

“Momentum Hari Santri adalah wujud penghormatan kita kepada para santri yang berjuang menjaga nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wadah mempererat kebersamaan.

“Senam pagi ini bukan sekadar gerak tubuh, tapi simbol kebersamaan dan semangat membangun Mojokerto yang sehat, berdaya, dan harmonis,” imbuhnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, foto, dan ramah tamah antara jajaran pemerintah, santri, serta masyarakat sekitar. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mencerminkan peran santri sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai moral, spiritual, dan nasionalisme di tengah arus perubahan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *