Langkah Nyata Mahasiswa STIE Al-Anwar: Membangun Kesadaran Pajak Lewat Program Renjani 2026

Infomojokerto.id – Program Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani) 2026 di Mojokerto resmi berakhir dengan sukses. Selama hampir empat bulan, sejak 19 Januari hingga 16 April 2026, para mahasiswa terjun langsung di KPP Pratama Mojokerto untuk membantu masyarakat memahami kewajiban perpajakan mereka.

Puncaknya, pada 30 April kemarin, para relawan secara resmi berpamitan kepada Kepala Pelayanan KPP Pratama Mojokerto, Ibu Andi.

Kehadiran mahasiswa ini didampingi langsung oleh Rizki Arvita, S.E., M.A., dosen dari STIE Al-Anwar Mojokerto. Dalam momen penutupan tersebut, beliau menekankan bahwa program ini bukan sekadar tugas kampus, melainkan pengabdian nyata bagi stabilitas ekonomi daerah.

Dengan pendampingan relawan, kesalahan teknis dalam pengisian SPT Tahunan dapat diminimalisir, yang secara otomatis meningkatkan akurasi data fiskal negara.

Dosen pendamping, Rizki Arvita, S.E., M.A., menyatakan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa selama di lapangan.

“Pengalaman ini adalah laboratorium hidup bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori keuangan di kelas, tetapi belajar memahami dinamika masyarakat dan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan. Kami berharap sinergi antara institusi pendidikan dan otoritas pajak ini terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Pelayanan KPP Pratama Mojokerto, Ibu Andi, turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, antusiasme mahasiswa sangat membantu petugas dalam menjangkau pelaku UMKM yang seringkali masih bingung dengan kebijakan terbaru. Kehadiran relawan muda yang energik terbukti membuat suasana pelayanan menjadi lebih santai namun tetap profesional dan solutif bagi wajib pajak.

Ditinjau dari sisi ekonomi, peran mahasiswa sebagai “katalisator edukasi” ini membantu meningkatkan literasi keuangan publik secara masif di tingkat lokal. Ketika masyarakat lebih melek pajak, rasio pajak (tax ratio) daerah akan cenderung lebih sehat.

Hal ini krusial untuk kemandirian fiskal Indonesia agar pembangunan tidak selalu bergantung pada pembiayaan eksternal.

Bagi para mahasiswa sendiri, masa pengabdian ini memberikan bekal soft skills yang luar biasa. Mereka belajar cara berkomunikasi secara persuasif dan strategis saat menghadapi berbagai karakter wajib pajak.

Pengalaman ini membentuk karakter profesional yang siap terjun ke industri keuangan dengan pemahaman mekanisme self-assessment yang matang.

Momen berpamitan di penghujung April tersebut menjadi ajang refleksi bagi semua pihak. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik munculnya program inovatif lain yang melibatkan generasi muda.

Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyuarakan bahwa pajak bukan sekadar beban, melainkan instrumen utama untuk keberlangsungan negara.

Kini, para relawan kembali ke bangku kuliah dengan membawa wawasan baru yang tak ternilai harganya.

Sinergi antara STIE Al-Anwar Mojokerto dan KPP Pratama Mojokerto telah meletakkan fondasi kuat bagi riset dan pengembangan kebijakan fiskal masa depan. Semangat kontribusi ini diharapkan terus berkobar demi mewujudkan kedaulatan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *