Pembukaan KKN STIE Al-Anwar di Jatirejo: Tekankan Etika, Sinergi, dan Output Konkret Bagi Warga

Infomojokerto.id – Pemerintah Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, secara terbuka menyambut kedatangan puluhan mahasiswa Pengabdian Masyarakat / Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Anwar Mojokerto. Pembukaan resmi kegiatan tersebut digelar di Kantor Kecamatan Jatirejo pada Kamis (30/7/2026).

Camat Jatirejo yang diwakili oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian, Rifa Kusuma Fahmawati, S.ST., menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memfasilitasi dan mendukung seluruh program kerja mahasiswa selama berada di wilayahnya.

“Kami dari pihak kecamatan sangat siap bersinergi dengan pihak kampus. Harapan kami, masyarakat dan mahasiswa dapat berkolaborasi secara harmonis, saling mengisi, sehingga potensi UMKM yang ada di Kecamatan Jatirejo bisa lebih maju dan berkembang,” ungkap Rifa Kusuma Fahmawati, S.ST.

Acara pembukaan ini menandai dimulainya kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi yang disebar ke lima desa target, yakni Desa Bleberan, Desa Mojogeneng, Desa Jatirejo, Desa Padangsari, dan Desa Rejosari.

Mengangkat tema besar “Transformasi Ekonomi Desa: Digitalisasi Keuangan dan Penguatan Ekosistem UMKM Mandiri”, agenda ini berfokus pada percepatan ekonomi lokal melalui pendampingan pencatatan keuangan berbasis digital hingga penyusunan strategi branding produk UMKM.

Dalam momen penerjunan tersebut, Dr. Bachtiar Jusuf Helmy memberikan pengarahan mendalam terkait pentingnya menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan teori perkuliahan ke dalam aksi nyata di tengah warga.

“Para mahasiswa harus senantiasa mengedepankan etika dan tata krama saat berinteraksi di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa ilmu akuntansi dan manajemen yang selama ini dipelajari benar-benar bisa diterapkan dan memberi manfaat nyata untuk membantu permasalahan ekonomi di desa,” imbau Dr. Bachtiar Jusuf Helmy.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Chamdan Purnama turut membekali para peserta agar mampu melakukan pemetaan masalah desa secara kritis dan terukur guna menghasilkan luaran kegiatan yang berdampak jangka panjang.

“Pelaksanaan KKN ini jangan hanya menjadi agenda rutin seremonial semata. Mahasiswa harus peka terhadap pengembangan isu lokal, melakukan analisis situasi yang tajam, hingga melahirkan output kegiatan yang jelas dan berdampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi warga,” tegas Prof. Chamdan.

Sebelum resmi dilepas di tingkat kecamatan, para mahasiswa telah menjalani pembekalan internal di kampus pada Senin (20/7/2026). Saat itu, Ketua STIE Al-Anwar Mojokerto, Ahmad Luthfi, S.E., M.Si., berpesan agar mahasiswa berkhidmat secara tulus, sementara Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Latif Syaipudin, mengonfirmasi kesiapan seluruh peserta untuk diterjunkan.

Lewat peresmian ini, STIE Al-Anwar Mojokerto optimistis kolaborasi erat antara pihak akademisi, aparatur kecamatan, serta warga lokal mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan di Kecamatan Jatirejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *