RS di Sidoarjo Tangani 273 Santri Keracunan MBG, Observasi Masih Berlanjut

Infomojokerto.id – Sebanyak 273 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis pada Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa bermula setelah para santri selesai melaksanakan Salat Zuhur dan menyantap makanan yang didistribusikan melalui program MBG. Beberapa jam kemudian keluhan mulai muncul.

Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, menjelaskan gejala awal dirasakan setelah Salat Asar. Para santri mulai mengeluh mual hingga muntah secara bergantian.

“Dimulai setelah salat Zuhur anak-anak makan. Setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” ujar Gus Wahid.

Awalnya hanya segelintir santri yang merasakan keluhan. Namun dalam waktu singkat jumlahnya terus bertambah hingga mencapai ratusan orang.

“Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak,” lanjut pengasuh yang juga Ketua Yayasan tersebut.

Hingga malam hari, tercatat lebih dari 100 santri mengalami gejala. Data terbaru menyebutkan total 273 santri dari jenjang MTs dan MA yang terdampak.

Seluruh santri yang sakit saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Mereka tersebar di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Sidoarjo.

Rinciannya, 200 santri dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, 58 santri di RSI Siti Hajar, dan 15 santri di RS Delta Surya.

Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa ini. Beberapa santri yang kondisinya membaik juga mulai dievaluasi untuk dipulangkan.

Pihak rumah sakit masih melakukan observasi lanjutan serta pendataan terhadap seluruh pasien. Situasi di IGD juga sempat ramai oleh kedatangan wali santri.

Menanggapi kabar yang beredar, Ketua Asrama Putra Ustaz Ferdiansyah memberikan klarifikasi. Ia menegaskan makanan MBG tersebut bukan berasal dari dapur pondok.

“Makanan berasal dari SPPG, bukan dari pondok,” jelasnya. Pihak pondok berharap seluruh santri segera pulih dan aktivitas belajar kembali normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *