Hasil Lab Indikasikan Telur Rebus Jadi Pemicu Keracunan MBG di Mojokerto

Infomojokerto.id – Ratusan pelajar, santri, hingga orang dewasa di Mojokerto dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu soto ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan hasil investigasi awal, penyebab utama insiden medis ini diduga kuat berasal dari telur ayam rebus yang sudah tidak layak konsumsi atau basi.

Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, mengungkapkan bahwa dugaan ini muncul setelah adanya diskusi mendalam mengenai hasil pemeriksaan laboratorium.

Meski hasil detail merupakan ranah ahli kesehatan, indikasi kuat mengarah pada prosedur pengadaan bahan makanan yang kurang tepat.

“Kami baru saja berdiskusi terkait hasil tersebut (pemeriksaan laboratorium). Secara detail saya tidak bisa sampaikan di sini karena saya bukan ahlinya. Tapi secara garis besar hasil diskusi kami mengarah kepada dugaan sementara karena adanya pembelian telur matang,” kata Letkol Inf Abi Swanjoyo dilansir dari berbagai sumber.

Abi menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan tersebut ternyata membeli telur dalam kondisi sudah matang dari pihak ketiga.

Masalah muncul ketika diketahui adanya jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dengan waktu penyajian kepada masyarakat.

“Disampaikan oleh Kepala SPPG, itu beli telur matang dari luar. Setelah kami telusuri telur tersebut oleh pihak ketiga dimasak hari Rabu malam, lalu Kamis sore baru diantar ke SPPG. Itulah dugaan sementara kami karena adanya rentang waktu antara Rabu malam sampai Kamis. Tadi dijelaskan juga oleh tim ahli kesehatan. Itu nanti kami dalami lagi, dugaan sementara seperti itu,” jelasnya.

Menyusul kejadian ini, SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut telah resmi ditutup sementara.

Langkah tegas ini diambil agar Badan Gizi Nasional (BGN) dapat melakukan investigasi menyeluruh dan menuntaskan pemeriksaan untuk memastikan standar keamanan pangan di masa mendatang.

Hingga saat ini, pihak terkait terus mendalami peran pihak ketiga yang memasok telur tersebut dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

Kasus ini menjadi perhatian serius otoritas setempat agar kualitas bahan pangan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis tetap terjaga kualitas dan keamanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *