Infomojokerto.id – Nama Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., atau yang akrab disapa Gus Barra, kini tengah mencuri perhatian publik. Sosok yang dilantik sebagai Bupati Mojokerto periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025 ini, resmi tercantum sebagai salah satu penulis dalam buku nasional bertajuk “Islam Ala Prabowo” yang dirilis pada akhir Agustus 2026.
Kehadiran nama kepala daerah seperti Gus Barra dalam jajaran penulis menunjukkan pentingnya peran pemerintah daerah. Gagasan yang dituang diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan program Asta Cita demi kemajuan daerah serta nasional.
Profil Gus Barra: Latar Belakang Pendidikan dan Kekayaan
Gus Barra merupakan putra sulung dari ulama terkemuka, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., pimpinan Yayasan Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto. Tumbuh di lingkungan yang kental dengan nilai-nilai religius membuat fondasi keagamaannya terbentuk sangat kuat sejak dini.
Perjalanan pendidikannya ditempuh melalui jalur pesantren, salah satunya di Ponpes Langitan, Tuban, yang diasuh oleh ulama kharismatik Jawa Timur, KH. Abdullah Faqih. Penggemblengan di pesantren menjadi pijakan penting bagi karakter dan wawasan keilmuannya.
Setamat dari pendidikan menengah, Gus Barra melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar, Mesir, hingga berhasil meraih gelar Sarjana (S1). Pendidikan di Timur Tengah ini semakin memperdalam pemahamannya tentang literatur dan ajaran Islam klasik maupun modern.
Semangat belajarnya tak berhenti di situ. Gus Barra melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) hingga meraih gelar Doktor (S3) di Universitas Padjadjaran, Indonesia. Kombinasi ilmu agama dan akademis membuatnya tanggap dalam menyikapi isu-isu kebijakan publik.
Selain latar belakang akademisnya yang gemilang, Gus Barra juga mencatatkan diri sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Jawa Timur. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2022, total kekayaannya mencapai Rp60,7 miliar.
Aset kekayaannya sebagian besar berasal dari properti, tanah, serta unit usaha yang dikembangkan oleh keluarganya. Dengan kapasitas finansial dan keilmuannya, publik berharap ia mampu memimpin Mojokerto secara profesional dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bupati, Gus Barra berkomitmen merealisasikan visi dan misinya. Fokus utamanya mencakup peningkatan mutu pendidikan, penguatan sektor ekonomi lokal, dan pemerataan kesejahteraan sosial di Kabupaten Mojokerto.

Tulisan Gus Barra dalam Buku “Islam Ala Prabowo”
Rekam jejak keilmuan Gus Barra membawanya sejajar dengan para tokoh nasional. Nama Bupati Mojokerto ini tercantum dalam buku “Islam Ala Prabowo” bersama figur ternama seperti Prof. Yusril Ihza Mahendra, KH. Said Aqil Siraj, TGB Muhammad Zainul Majdi, hingga Gus Kautsar.
Buku tersebut memuat gagasan dari 22 tokoh nasional, akademisi, ulama, dan pejabat mengenai nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Secara keseluruhan, isi buku terbagi dalam tiga bagian besar: Islam, Perdamaian dan Keadilan, Spiritualitas Prabowo Subianto, serta Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat.
Dalam karya bertabur tokoh tersebut, Gus Barra menyumbangkan gagasan tertulis dengan judul “Dr. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum. – Masa Depan Pendidikan Bangsa Indonesia”. Tema ini berpusat pada pembangunan SDM dan strategi peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Meskipun isi detail dan proses pengumpulan naskah belum secara resmi dirilis oleh Pemkab Mojokerto maupun pihak penerbit, topik yang diusung dipastikan erat kaitannya dengan latar belakang akademis dan religius sang bupati.
Kontribusi pemikiran Gus Barra menegaskan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Lewat gagasan ini, ia diharapkan mampu membawa perubahan nyata, baik bagi Kabupaten Mojokerto maupun skala nasional.









