Arsitek Muda Dirikan KOMUNAL, Dorong Pelestarian Arsitektur Lokal Lamongan

Infomojokerto.id – Puluhan arsitek muda di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, resmi membentuk Komunitas Arsitek Lamongan (KOMUNAL) sebagai wadah kolaborasi dan penguatan identitas arsitektur lokal. Peresmian komunitas ini digelar pada Sabtu (14/6/2025), dihadiri oleh 90 peserta yang terdiri dari arsitek, mahasiswa, pegiat seni, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur.

Ketua KOMUNAL, Arif Rahmad Hakim, menyatakan bahwa komunitas ini lahir dari keprihatinan atas minimnya ruang pengembangan arsitektur berbasis nilai lokal di Lamongan. Menurutnya, arsitektur bukan hanya aspek teknis, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya yang perlu dirawat dan dikembangkan.

“Kami ingin membangun Lamongan yang lebih berkarakter melalui pendekatan arsitektur yang kontekstual dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, KOMUNAL menggelar serangkaian kegiatan peluncuran, seperti diskusi kelompok terarah, pameran karya arsitektur, dan lokakarya edukatif. Semua agenda tersebut mengusung tema pelestarian nilai lokal dan inovasi dalam desain arsitektur.

Arif menyebut sejumlah peninggalan sejarah seperti Candi Pataan, Masjid Sendang Duwur, Tugu Paduraksa, dan Stadion Surajaya menjadi sumber inspirasi penting dalam merumuskan arah desain arsitektur yang merepresentasikan Lamongan secara otentik.

Ia juga menambahkan bahwa komunitas ini akan aktif mendorong literasi arsitektur di kalangan masyarakat dan pelajar. KOMUNAL berkomitmen menggelar program edukasi, pelatihan desain, dan kampanye publik guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsitektur lokal.

Ketua IAI Jawa Timur yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif pendirian KOMUNAL. Menurutnya, gerakan arsitek muda ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ruang dan budaya di tingkat daerah.

KOMUNAL juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan institusi pendidikan dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada kearifan lokal. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting guna menciptakan tata ruang yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembentukan komunitas ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam transformasi wajah arsitektur Lamongan, sekaligus menguatkan posisinya dalam narasi pembangunan yang berakar pada budaya lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *