Bupati Albarra Resmikan Jembatan Talunbrak Senilai Rp 13,5 M, Atasi Banjir dan Isolasi Wilayah Terpencil

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meresmikan dan menyerahkan Jembatan Talunbrak di Desa Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong, yang telah selesai dibangun menggunakan dana hibah rehabilitasi konstruksi BNPB senilai Rp 13.545.739.000. Peresmian ditandai dengan acara tasyakuran dan sedekah bumi yang dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarra pada Rabu (5/11) malam.

Infrastruktur sepanjang 60 meter dengan lebar 6 meter ini menjadi akses vital yang menghubungkan wilayah paling utara Kabupaten Mojokerto dan sekaligus menjadi solusi permanen atas masalah banjir yang selama ini kerap melanda kawasan tersebut.

Bupati Albarra, yang akrab disapa Gus Bupati, menegaskan bahwa selesainya pembangunan jembatan ini merupakan bukti nyata perhatian Pemkab Mojokerto terhadap seluruh masyarakat, termasuk Dusun Talunbrak yang merupakan wilayah paling terpencil dengan 56 rumah dan 94 kepala keluarga.

“Jembatan Talunbrak ini sudah selesai, dapat digunakan, dan bermanfaat, khususnya bagi masyarakat Dusun Talunbrak. Ini bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ungkap Bupati Albarra dalam sambutannya.

Gus Bupati menjelaskan bahwa desain jembatan baru ini telah mengatasi persoalan banjir yang kronis. Jembatan lama sering menyebabkan banjir karena memiliki penyangga di bawah yang tersangkut sampah.

“Sekarang, desainnya lebih baik tanpa penyangga bawah sehingga aliran air lancar dan tidak lagi meluap ke rumah warga,” terang Bupati.

Selain itu, keberadaan jembatan baru ini secara signifikan memperpendek jarak tempuh warga yang menuju pusat Kabupaten.

Bupati juga menyinggung upaya Pemkab dalam pemerataan pembangunan melalui program Bantuan Keuangan (BK) Desa.

“Untuk APBD tahun ini, ada sekitar 93 desa se-Kabupaten Mojokerto dengan total anggaran sekitar Rp 70 miliar. Jika ditambah dengan anggaran induk, totalnya mencapai Rp 113 miliar. Hampir 200 desa menerima BK Desa,” jelasnya.

Di akhir acara, Bupati Albarra berpesan kepada warga untuk merawat dan menjaga jembatan tersebut, bahkan menyarankan agar dilengkapi penerangan demi menjadi ikon baru Desa Talunbrak.

Sementara itu, Kepala Desa Talunbrak, Anton Suprapto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati. Ia menyebut pembangunan jembatan ini sebagai “PR berat” yang telah diperjuangkan sejak 2019, dan baru dapat diselesaikan 100 persen pada 23 Oktober lalu. Rangkaian acara tasyakuran ditutup meriah dengan pementasan seni ludruk Budhi Wijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *