Infomojokerto.id – Dunia pendidikan tinggi di wilayah Mojokerto kembali menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarahnya. Prof. Dr. H. Chamdan Purnama, S.E., M.M., secara resmi telah menyandang gelar tertinggi akademis sebagai Profesor atau Guru Besar dalam bidang kepakaran Ilmu Manajemen.
Pencapaian luar biasa ini resmi berlaku terhitung mulai tanggal 1 Desember 2025, sebagaimana tertuang dalam SK No. 2068/M/KPT.KP/2026. Kehadiran beliau kini menjadi simbol kemajuan bagi institusi tempatnya mengabdi selama ini.
Keberhasilan Prof. Chamdan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar STIE Al-Anwar Mojokerto semata. Lebih dari itu, pencapaian ini merupakan kado indah bagi seluruh masyarakat Mojokerto yang merindukan munculnya tokoh-tokoh intelektual dari putra daerah.
Lahir di Kediri pada 2 Mei 1963, perjalanan hidup Prof. Chamdan adalah potret nyata dari sebuah ketekunan dan dedikasi tanpa henti. Beliau membuktikan bahwa kerja keras di dunia akademik akan membuahkan hasil yang manis pada waktunya.
Kualitas keilmuannya tidak perlu diragukan lagi, terbukti dengan kontribusi aktifnya dalam literatur ilmiah. Beliau telah menelurkan puluhan jurnal bereputasi nasional serta memiliki sekitar 4 hingga 5 jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus.
Reputasi globalnya semakin dipertegas dengan kiprahnya di balik layar publikasi ilmiah dunia. Tidak banyak yang tahu bahwa sosoknya juga aktif dipercaya sebagai reviewer untuk berbagai jurnal bereputasi internasional, sebuah tugas yang menuntut ketajaman analisis tingkat tinggi.
Menengok ke belakang, fondasi akademisnya dibangun dengan sangat kuat sejak masa muda. Prof. Chamdan berhasil menyelesaikan gelar ganda, yakni S1 Akuntansi dan S1 Manajemen di Universitas Gajayana pada tahun 1990, sebuah prestasi yang menunjukkan kapasitas intelektualnya sejak dini.
Haus akan ilmu, beliau kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen (S2) di kampus yang sama dan lulus pada tahun 2000. Puncaknya, gelar Doktor Ilmu Ekonomi (S3) berhasil beliau raih dari salah satu kampus terbaik nasional, Universitas Brawijaya, pada tahun 2007.
Karier fungsionalnya pun tertata dengan sangat rapi dan berjenjang dari bawah. Dimulai dari jabatan Asisten Ahli pada tahun 2006, beliau kemudian naik menjadi Lektor Kepala di tahun 2011, hingga akhirnya meraih gelar Profesor dengan angka kredit mengesankan sebesar 850.00.
Pencapaian ini tergolong istimewa karena figur Profesor yang lahir dari rahim perguruan tinggi lokal di Mojokerto masih sangat terbatas. Selama ini, publik lebih mengenal sosok Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dari Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Pacet sebagai ikon intelektual di wilayah ini.
Kini, hadirnya Prof. Chamdan dari STIE Al-Anwar menambah deretan barisan intelektual tingkat tinggi yang berbasis di “Bumi Majapahit”. Beliau menjadi bukti nyata bahwa kampus lokal mampu melahirkan pakar yang diakui secara nasional maupun internasional.
Meski telah mencapai puncak karier tertinggi sebagai dosen, Prof. Chamdan tetap dikenal sebagai sosok yang sangat membumi. Keberhasilan beliau diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para dosen muda di Mojokerto untuk terus berkarya tanpa batas meski berada di institusi lokal.









