Bupati Mojokerto Apresiasi NU dan Komunitas Trail Bangun Gedung Anak Yatim Piatu

Infomojokerto.id – Suasana khidmat bulan Syawal di Kabupaten Mojokerto diwarnai dengan aksi kemanusiaan yang unik. Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan komunitas pecinta motor trail. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial pembangunan dan penggalangan dana untuk Gedung Yatim Piatu Ranting NU Desa Watesnegoro, Minggu (29/3) pagi.

Pria yang akrab disapa Gus Bupati ini hadir langsung di tengah-tengah ratusan pengendara motor trail untuk memberikan dukungan moral. Dalam sesi singkatnya, ia menyampaikan harapan besar agar proyek sosial ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak yatim di wilayah tersebut.

“Semoga kegiatan bakti sosial dan pembangunan gedung yatim piatu ini bisa berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya di hadapan para peserta.

Kegiatan yang berpusat di depan Gedung Terpadu Ranting NU Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro ini tidak hanya sekadar ajang kumpul komunitas, namun juga menjadi sarana ibadah kolektif. Gus Bupati menekankan pentingnya niat yang tulus dalam setiap langkah pembangunan fasilitas umum tersebut.

“Semoga apa yang kita laksanakan pada hari ini menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya sesaat sebelum memberangkatkan para peserta.

Acara bertajuk “Jelajah Alas Pawitra” ini terbukti sukses menyedot antusiasme luar biasa dari berbagai daerah. Lukman Faris, selaku perwakilan panitia penyelenggara, mengungkapkan bahwa solidaritas para rider trail di Jawa Timur sangat tinggi untuk agenda baksos ini.

“Total peserta 700-an, dari Mojokerto, Jombang, Pasuruan, dan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur,” terang Faris menjelaskan cakupan peserta yang hadir.

Kehadiran Gus Bupati dalam acara ini turut didampingi oleh jajaran Forkopimca Ngoro, Pemerintah Desa Watesnegoro, serta para Pengurus Nahdlatul Ulama Kecamatan Ngoro. Kolaborasi antara birokrasi, organisasi keagamaan, dan komunitas hobi ini diharapkan menjadi pemantik bagi aksi-aksi sosial serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *