Infomojokerto.id – Mojokerto, tanah yang dahulu menjadi pusat Kerajaan Majapahit, menyimpan banyak peninggalan sejarah yang masih bisa dinikmati hingga kini. Salah satu destinasi bersejarah yang terus menarik minat wisatawan adalah Candi Tikus, sebuah situs cagar budaya unik berbentuk kolam pemandian kuno yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan.
Candi Tikus bukanlah candi dalam bentuk bangunan menjulang seperti yang biasa dijumpai. Justru, bentuknya mirip kolam pemandian besar berbentuk persegi, dengan tangga menurun ke dasar kolam dan struktur batu bata merah yang rapi. Di tengah kolam terdapat bangunan berbentuk menara kecil yang diyakini sebagai pancuran atau pusat pemandian ritual.
Ditemukan pada tahun 1914 oleh warga setempat, Candi Tikus disebut-sebut sebagai pemandian keluarga kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya. Nama “Candi Tikus” konon berasal dari penemuan awal candi ini yang sempat menjadi sarang tikus di bawah tanah. Setelah digali, muncullah struktur unik yang kini menjadi salah satu ikon wisata sejarah Mojokerto.
Keunikan arsitektur Candi Tikus terletak pada sistem saluran air dan struktur kolamnya yang sangat presisi. Bangunan ini mencerminkan tingginya teknologi pengelolaan air dan nilai spiritual masyarakat Majapahit terhadap unsur air sebagai simbol kesucian dan kehidupan. Hingga kini, area pemandian ini masih digunakan untuk berbagai ritual, seperti penyucian benda pusaka pada hari-hari tertentu.
“Meski bukan candi besar, tempat ini punya aura sejarah yang kuat. Arsitekturnya sangat rapi dan indah, terutama kalau dilihat dari atas,” ujar Galih (32), wisatawan asal Surabaya yang datang bersama keluarganya.
Di sekitar lokasi candi, pengunjung bisa menikmati taman yang terawat dengan baik, jalan setapak, bangku istirahat, dan pusat informasi sejarah. Tak sedikit pula pelajar, mahasiswa, dan komunitas pecinta sejarah yang datang untuk belajar langsung mengenai kebudayaan Majapahit.
Akses menuju Candi Tikus cukup mudah. Hanya berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kecamatan Trowulan atau sekitar 45 menit dari Kota Mojokerto, lokasi ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp5.000–10.000, tergantung pada kebijakan hari libur atau akhir pekan.
Fasilitas umum seperti area parkir, toilet, serta beberapa warung makan juga tersedia. Bagi yang ingin membawa pulang cendera mata, di sekitar lokasi terdapat pedagang suvenir khas Mojokerto, seperti miniatur candi, batik motif Majapahit, dan kerajinan gerabah.
Candi Tikus kini tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan masa lampau, tapi juga simbol edukasi sejarah yang hidup. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus melakukan konservasi dan promosi agar situs ini semakin dikenal luas.
Jika Anda mencari destinasi yang menyatukan unsur edukasi, sejarah, dan keunikan arsitektur, Candi Tikus di Mojokerto adalah pilihan yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.








