Infomojokerto.id – Pembelajaran berbasis media interaktif kertas origami menjadi metode efektif dalam mengenalkan konsep bentuk dasar dan variasi warna bagi anak usia dini. Metode taktil ini diterapkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada puluhan anak di Pos PAUD Permata Bunda, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (31/07/2026) kemarin.
Penggunaan media origami dirancang khusus untuk mentransformasi materi pengenalan visual menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan. Melalui lembaran kertas warna-warni tersebut, anak-anak diajak mengenali bentuk-bentuk geometri dasar seperti lingkaran, segitiga, dan persegi secara konkret.
Sesi pembelajaran berfokus pada pengenalan warna primer dan sekunder yang terdapat pada kertas origami. Penyampaian materi dilakukan secara visual agar anak-anak mampu membedakan setiap spektrum warna sebelum melangkah ke tahap praktik pengerjaan fisik.
Pada tahap praktik, anak-anak diminta menempelkan potongan kertas origami ke atas lembar kertas HVS yang telah memiliki pola kerangka. Proses menyesuaikan bentuk potongan origami dengan pola yang tersedia menuntut tingkat ketelitian dan pemahaman spasial dari setiap peserta.
Aktivitas menempel ini secara langsung melatih keterampilan motorik halus anak usia dini. Gerakan jemari saat memegang, mengarahkan, dan menempelkan kertas berperan penting dalam menguatkan otot-otot kecil tangan yang dibutuhkan untuk persiapan menulis.
Selain fungsi motorik, latihan menempel sesuai kerangka bentuk ini juga mengasah kemampuan koordinasi mata dan tangan serta tingkat konsentrasi anak. Anak-anak dituntut untuk fokus menyatukan batas gambar dengan potongan origami secara presisi.
Edukasi berbasis praktik ini juga memberi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas visual mereka. Kombinasi warna yang disusun secara mandiri membantu menstimulasi perkembangan kognitif dan daya imajinasi anak sejak dini.
Program edukasi terstruktur ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hj. Dinda Fatmah, S.Ag., M.Pd.I. dan Zakiyah Zulfa Rahmah, S.E., M.E., yang mengarahkan agar penerapan media belajar di lapangan tetap memiliki bobot capaian pedagogis yang terukur.
“Kami menerapkan media origami ini agar anak-anak tidak sekadar menghafal nama warna dan bentuk, tetapi juga melatih ketelitian, koordinasi motorik halus, serta rasa percaya diri mereka saat menyelesaikan tugas taktil secara mandiri,” ungkap Mita Dwi Anggraini, mahasiswa KKN Prodi Akuntansi.
Penerapan media kertas origami di Pos PAUD Permata Bunda terbukti mempermudah 20 anak peserta dalam memahami elemen dasar geometri dan warna. Metode pembelajaran taktil seperti ini diharapkan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak usia dini di Desa Padangasri.









