Infomojokerto.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Al-Anwar Mojokerto kelompok Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mulai merealisasikan langkah awal pengabdian mereka dengan menggandeng kelompok Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat.
Langkah strategis ini diawali dengan menggelar rapat internal guna mematangkan konsep program kerja (proker) yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Dalam rapat pematangan tersebut, seluruh anggota kelompok KKN mendiskusikan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya.
Diskusi tersebut bertujuan untuk menentukan skala prioritas program, menyusun jadwal pelaksanaan yang presisi, serta membagi tugas secara merata kepada setiap anggota tim.
Seluruh proses perencanaan ini disusun di bawah bimbingan dan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), [Nama DPL beserta Gelar], agar setiap rancangan program tetap terarah dan relevan dengan prinsip pengabdian masyarakat.
Melalui perencanaan yang matang, seluruh program pengabdian diharapkan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Desa Padangasri.
Guna mempererat hubungan dengan masyarakat setelah menguras energi pikiran, mahasiswa KKN langsung melebur bersama ibu-ibu PKK Desa Padangasri dalam kegiatan senam sore rutin.
Suasana pedesaan Padangasri yang asri dan sejuk menjadi latar belakang kegiatan olahraga bersama ini, sekaligus menjadi sarana melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Para peserta tampak antusias mengenakan pakaian olahraga yang santai dan penuh warna, diselingi tawa ceria serta keakraban saat sesi foto bersama digelar seusai senam.
“Kesehatan itu penting, tapi kebersamaan dan tawa bersama adalah obat paling manjur untuk melepas lelah. Melalui kolaborasi dan senam bersama ibu-ibu PKK ini, kami berharap hubungan dengan warga semakin hangat sehingga seluruh program kerja KKN dapat berjalan lancar serta berdampak positif bagi Desa Padangasri,” ujar Ester Nabila, perwakilan mahasiswa KKN Desa Padangasri.
Kegiatan sederhana yang dilengkapi dengan konsumsi air mineral untuk menyegarkan badan ini tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga efektif membangun solidaritas serta kemitraan yang kuat antara mahasiswa dan warga.









