Infomojokerto.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan untuk merefleksikan peran media dalam mencerdaskan bangsa. Ketua Yayasan Al-Anwar Mojokerto menekankan bahwa pers dan institusi pendidikan memiliki misi yang selaras, yakni menyebarkan kebenaran dan mengedukasi masyarakat di tengah derasnya arus disinformasi yang kian kompleks.
Ketua Yayasan Al-Anwar menjelaskan bahwa peran edukasi di bidang pendidikan tidak boleh kaku dan harus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pendidikan tinggi, menurutnya, harus mampu menjadi laboratorium pemikiran yang sehat, di mana fakta-fakta terkini yang dikawal oleh pers dapat diolah menjadi materi pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika global.
Lebih lanjut, pihak yayasan memaparkan kondisi kampus STIE Al-Anwar Mojokerto yang terus bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan progresif.
“Dengan kurikulum yang terus diperbarui, kampus ini berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki integritas dalam menyerap serta mengelola informasi yang berkembang di masyarakat,” paparnya sambil ngopi bareng dengan beberapa jurnalis.
Bentuk apresiasi nyata terhadap dunia pers ditunjukkan dengan keterbukaan Yayasan Al-Anwar dalam merangkul para praktisi media sebagai bagian dari tim internal mereka.
Tercatat, beberapa jurnalis aktif kini mengabdikan diri di lingkungan kampus, baik sebagai tenaga kependidikan (tendik) maupun dosen tetap, yang membawa warna baru dalam proses transfer pengetahuan.
Salah satu sosok yang menjadi representasi kolaborasi ini adalah Dr. Latif, seorang jurnalis senior dan editor di Pikiran Rakyat Media Network (PRMN).
Kehadiran Dr. Latif Syaipudin sebagai tenaga pendidik di STIE Al-Anwar dipandang sebagai aset berharga yang mampu menjembatani teori-teori ekonomi dan manajemen dengan realitas isu terkini yang terjadi di lapangan secara faktual.
“Integrasi antara keilmuan murni dan pengalaman praktis jurnalisme menciptakan ekosistem belajar yang unik. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya membaca buku teks, tetapi juga membedah fenomena sosial dan ekonomi melalui kacamata jurnalistik yang kritis, tajam, dan tetap berpegang pada kode etik,” tambahnya.
Ketua Yayasan menegaskan bahwa dengan adanya kolaborasi keilmuan dan fakta terkini, Kampus Al-Anwar kini memiliki jendela yang lebih terbuka lebar.
Informasi yang akurat dan isu-isu strategis yang dibawa oleh para praktisi pers membantu kampus dalam memetakan tantangan modern, sehingga langkah-langkah strategis dapat diambil dengan tepat sasaran.
Peringatan HPN 2026 di lingkungan Al-Anwar Mojokerto ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara literasi media dan pendidikan tinggi.
Kolaborasi ini menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi era disrupsi, di mana hanya lembaga yang mampu memadukan fakta, data, dan ilmu pengetahuanlah yang akan tetap berdiri kokoh sebagai mercusuar peradaban.









