Air Terjun Dlundung Trawas, Surga Alam Sejuk di Kaki Gunung Welirang

Infomojokerto.id – Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur. Salah satu ikon wisata alam yang selalu ramai dikunjungi adalah Air Terjun Dlundung, yang terletak di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas.

Air Terjun Dlundung berdiri megah di tengah hutan pinus yang rimbun, di lereng Gunung Welirang, pada ketinggian sekitar 740 meter di atas permukaan laut. Dengan tinggi sekitar 50 meter, airnya mengalir deras dan jernih dari tebing batu menuju sungai kecil di bawahnya. Suara gemuruh air yang jatuh menciptakan suasana alami yang menenangkan, menjadikannya tempat favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Selain keindahan air terjunnya, kawasan ini juga dikenal dengan udara sejuk khas pegunungan yang menyegarkan, suhu rata-rata berkisar antara 18 hingga 22 derajat Celsius. Pepohonan tinggi menjulang dan rerumputan hijau menciptakan suasana seperti di hutan wisata yang alami, ideal untuk piknik, jalan santai, atau sekadar duduk menikmati alam.

Salah satu daya tarik tambahan dari Air Terjun Dlundung adalah area camping ground yang luas dan dikelola dengan baik. Banyak wisatawan yang sengaja datang membawa tenda untuk bermalam di area perkemahan, terutama pada akhir pekan atau saat libur panjang. Lokasi ini juga sering dijadikan tempat pelatihan outbound, gathering komunitas, hingga edukasi alam terbuka untuk pelajar.

“Kalau malam di sini suasananya sunyi, hanya terdengar suara serangga dan gemericik air. Tidur di alam seperti ini benar-benar menyegarkan pikiran,” ungkap Dedi (28), pengunjung asal Sidoarjo yang datang bersama komunitas pecinta alam.

Fasilitas umum yang tersedia pun cukup lengkap. Di kawasan wisata ini telah dibangun toilet umum, musala, warung makanan tradisional, gazebo, playground anak-anak, hingga area parkir yang luas. Spot-spot foto berlatar belakang alam juga tersedia, cocok untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen liburan mereka.

Akses menuju Air Terjun Dlundung tergolong mudah. Dari pusat Kota Mojokerto, perjalanan bisa ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Mojosari – Trawas. Jalan menuju lokasi sudah beraspal, meski ada beberapa tanjakan dan tikungan tajam yang perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan.

Harga tiket masuk sangat terjangkau, hanya sekitar Rp15.000 per orang, sementara biaya parkir untuk kendaraan roda dua sekitar Rp5.000 dan mobil Rp10.000. Harga ini sudah termasuk akses ke kawasan hutan pinus dan taman bermain.

Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto pun terus melakukan pengembangan agar wisata ini tetap terjaga kelestariannya. Salah satu fokus utama adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan area wisata dengan melibatkan partisipasi warga setempat dalam pengelolaan.

“Dlundung adalah salah satu primadona wisata alam kita. Kita berupaya menjaga keasliannya sambil menambah fasilitas penunjang agar wisatawan semakin betah,” ujar Kepala Disparpora Mojokerto, Agus Santoso.

Bagi kamu yang ingin liburan santai di tengah alam terbuka dengan suasana sejuk dan tenang, Air Terjun Dlundung adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *