Infomojokerto.id – Kabupaten Mojokerto tak hanya dikenal dengan wisata alamnya, tapi juga memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Salah satu situs bersejarah yang paling mencuri perhatian adalah Candi Bajang Ratu, sebuah bangunan megah bergaya gapura peninggalan Kerajaan Majapahit yang hingga kini masih berdiri kokoh di Desa Temon, Kecamatan Trowulan.
Candi Bajang Ratu merupakan salah satu peninggalan penting dari masa kejayaan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Candi ini dipercaya sebagai pintu masuk ke kawasan suci atau kompleks pemakaman, dan juga sebagai bagian dari penghormatan terhadap Raja Jayanegara, putra Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.
Bentuk candi ini sangat unik karena berupa gapura paduraksa, yaitu gapura dengan atap melengkung yang masih utuh hingga sekarang. Tingginya mencapai sekitar 16,5 meter, dengan lebar 6 meter dan panjang sekitar 11 meter. Candi ini dibangun dari batu bata merah yang menjadi ciri khas arsitektur Majapahit, dihiasi relief dan ornamen klasik yang indah serta penuh makna simbolis.
Meski sudah berusia ratusan tahun, detail arsitektur Candi Bajang Ratu masih terlihat jelas. Pada beberapa bagian terdapat relief cerita Ramayana dan Kala Makara sebagai simbol penjaga gerbang suci. Struktur bangunan ini juga menunjukkan betapa majunya teknologi dan estetika bangunan di masa lampau.
Wisatawan yang datang ke lokasi ini akan disambut oleh suasana yang tenang dan asri. Di sekeliling candi terdapat taman yang tertata rapi dengan pepohonan rindang dan bangku-bangku untuk bersantai. Lokasi ini sangat cocok untuk wisata edukatif, hunting foto, hingga tempat bersantai bersama keluarga.
“Tempatnya tenang dan bersih. Anak-anak bisa belajar sejarah langsung dari peninggalannya. Kita juga bisa duduk santai di taman sambil menikmati keindahan bangunan kuno,” ujar Ririn (42), warga Jombang yang berkunjung bersama keluarganya, Minggu (27/4/2025).
Candi Bajang Ratu dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur dan menjadi bagian dari Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan. Tak jauh dari lokasi ini, wisatawan juga bisa mengunjungi situs penting lainnya seperti Candi Tikus, Museum Trowulan, dan Pendopo Agung Trowulan, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata sejarah yang terintegrasi.
Untuk masuk ke area Candi Bajang Ratu, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak struktur candi yang merupakan warisan budaya bangsa.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Kementerian Kebudayaan juga terus berupaya mempromosikan kawasan Trowulan sebagai pusat wisata sejarah nasional. Selain melalui perbaikan infrastruktur, kegiatan seperti festival budaya, pameran artefak, hingga promosi digital terus digencarkan untuk menarik minat generasi muda.
Dengan kekayaan nilai sejarah dan keindahan arsitektur yang dimilikinya, Candi Bajang Ratu tak hanya menjadi situs kuno, tapi juga saksi bisu kejayaan masa lalu yang mampu menginspirasi masa depan.








