Infomojokerto.id – Program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau “Bedah Rumah” yang digagas Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu sasaran utama program ini, yaitu kediaman Budi Santoso di Dusun Randegan, Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, kini pengerjaannya dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, meninjau langsung lokasi rekonstruksi fisik hunian tersebut pada Rabu (3/6) siang.
Pria yang akrab disapa Gus Bupati ini menyebutkan bahwa dengan progres yang ada, pembangunan menyisakan sentuhan akhir (finishing) sebelum siap diserahterimakan sepenuhnya.
“Kami menengok seberapa jauh pembangunan ini, dan alhamdulillah, sudah sekitar 90 persen lah, kurang sedikit lagi sudah selesai semua. Seperti yang kita lihat, dari yang awalnya tidak layak untuk dihuni, alhamdulillah sekarang ini sudah bisa dihuni,” ujar Gus Bupati saat sesi wawancara di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, menyampaikan harapannya agar hunian baru ini membawa kenyamanan maksimal bagi Budi Santoso dan ketiga putrinya.
“Kami berharap ini setelah selesai 100 persen, bisa menjadi rumah yang layak huni lagi, ditempati, dan semoga rumah ini menjadi berkah bagi penghuninya, amin, ya rabbal alamin,” tutur Gus Bupati dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menginstruksikan jajaran DPRKP2 untuk segera merampungkan proyek-proyek RTLH lainnya yang sedang berjalan di Kabupaten Mojokerto, agar masyarakat berpenghasilan rendah lainnya dapat segera merasakan manfaat serupa.
“Kami juga berharap untuk rumah-rumah RTLH yang lain juga segera diselesaikan, Pak Kadis (Bambang Purwanto), agar kita bisa segera bergeser untuk melakukan bedah rumah di titik-titik tidak layak huni lainnya,” tandasnya.
Rasa haru dan bahagia tidak bisa disembunyikan oleh pihak keluarga penerima manfaat. Nevi Alvia, anak kedua dari Budi Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Mojokerto serta warga sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses pembangunan sejak awal.
“Saya mewakili Bapak Budi Santoso sangat mengucapkan banyak terima kasih. Kondisi rumah saya yang awalnya sangat tidak layak huni, sekarang sudah dijadikan rumah yang sangat nyaman oleh Pak Bupati,” ungkap Nevi.
Untuk diketahui, proses rekonstruksi rumah Budi Santoso telah berjalan sejak 1 April 2026. Penanganan cepat ini bermula dari respons tanggap Gus Bupati yang melakukan peninjauan awal pada bulan Februari lalu, sesaat setelah menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan rumah tersebut dari aduan warga di media sosial.









