Infomojokerto.id – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menghadiri peringatan ulang tahun ke-3 Pasar Keramat di Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/12).
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA menyoroti Pasar Keramat sebagai contoh nyata ruang kesetaraan, pemberdayaan perempuan, dan sumbangsih ekonomi yang bergerak dari inisiatif masyarakat bawah.
Veronica Tan menekankan pentingnya penghargaan dan kesetaraan terhadap peran perempuan, secara khusus menyoroti jasa seorang ibu sebagai sumber kehidupan.
Ia mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan dan mengapresiasi peran sentral ibu dalam kehidupan.
“Inilah kesetaraan sesungguhnya yang saya rasakan hari ini. Saya ingin tulus dari dalam hati, bersama-sama memberikan apresiasi, penghargaan, doa kita kepada mama kita, karena semua kita ada di sini berkat rahim seorang perempuan. Mari hari ini kita renungkan sejenak dan ucapkan terima kasih dari dalam hati kita kepada mama kita semua,” ungkap Veronica Tan.
Wamen PPPA lantas mengaitkan peran perempuan dengan sajian pangan lokal yang disiapkan oleh para ibu di Pasar Keramat. Beliau menjelaskan bahwa kualitas sajian tersebut, yang dibuat tanpa pengawet atau MSG, mencerminkan kebahagiaan dan dukungan yang mereka terima di rumah dari para suami dan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang bahagia, dibangun atas komunikasi yang saling menghargai, adalah fondasi bagi perempuan untuk berkarya.
“Di sini kita bisa melihat bagaimana penyajian pangan lokal dibuat oleh para mama-mama tanpa MSG, benar-benar dari hati. Itu terjadi karena di rumah mereka mendapat dukungan dari para ayah. Sebuah rumah yang bahagia lahir dari komunikasi yang saling menghargai, kata-kata yang manis, apresiasi, dan rasa syukur. Ketika mama merasa dihargai, mereka bisa berkarya dengan hati yang bahagia, dan hasilnya kita nikmati bersama di Pasar Keramat,” jelasnya.
Menurut Veronica Tan, kesetaraan dan komunikasi positif dalam keluarga tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman bagi pertumbuhan anak-anak. Ruang aman ini terbentuk ketika kata-kata yang diucapkan antara ayah dan ibu bersifat mendukung, menghargai, dan membangun komunikasi.
“Ketika dalam keluarga kata-kata yang kita ucapkan adalah kata-kata mendukung, menghargai, dan membangun komunikasi antara ayah dan ibu, maka anak-anak akan tumbuh dalam ruang yang aman,” katanya.
Beliau memandang Pasar Keramat sebagai hasil karya tulus dari para perempuan yang diberikan ruang untuk berekspresi, memiliki akses, dan menjadi berdaya, yang pada akhirnya memberikan sumbangsih signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Mojokerto. Veronica Tan menegaskan bahwa Pasar Keramat merupakan panggung ekspresi, di mana inisiatif dan kreasi masyarakat yang bergerak dari bawah mendapatkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah.
“Kalau saya lihat, ini adalah panggung ekspresi. Siapa pun boleh memberikan inovasi dan kreasi mereka. Pemerintah mendukung dan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan warga masyarakat yang sudah bergerak dari bawah. Harapan kami, ruang ini menjadi tempat positif bagi anak-anak kita sekaligus melestarikan warisan budaya yang akan diteruskan ke generasi berikutnya,” tutup Wamen PPPA.









