Infomojokerto.id – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto akibat curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, melaporkan bahwa banjir pertama terjadi pada 16 Maret 2026 di Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari.
Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang menyebabkan luapan air hingga merendam permukiman warga.
Sehari berselang, pada 17 Maret 2026, banjir kembali terjadi di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.
Pada 20 Maret 2026, hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Mojokerto dan menyebabkan banjir di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, dan Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal.
Berikut adalah titik-titik yang terdampak banjir:
– Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari
– Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari
– Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar
– Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar
– Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal
Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah, dua hari kemudian bantuan langsung diberikan oleh Bapak Bupati kepada warga terdampak,” ungkap Rinaldi Rizal Sabirin sesuai rilis Pemkab Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, juga hadir langsung di lokasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan secara maksimal.
Banjir tersebut menyebabkan kerugian material dan mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memantau situasi dan siap mengambil langkah-langkah untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Masyarakat Mojokerto diminta untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya banjir susulan.









