Heboh 30 Daftar Artikel SSRN Prabowo Subianto, Urutan Nama Author Dibolak-balik

Infomojokerto.id – Publik di media sosial ramai membahas kemunculan 30 artikel preprint di SSRN yang mencantumkan nama Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis. Salah satu tautan artikel yang beredar adalah https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=6230300

Isu ini pertama kali disorot setelah netizen melakukan penelusuran terhadap daftar publikasi di SSRN. Dari hasil penelusuran, ditemukan pola yang dianggap janggal oleh sejumlah warganet.

Menurut pengamatan netizen, nama-nama author di 30 artikel tersebut cenderung sama. Perbedaannya hanya pada urutan penulisan. Nama “Prabowo Subianto” kadang menjadi first author, kadang menjadi second author, dan posisinya saling bertukar pada artikel lain.

Hal ini kemudian dikomentari oleh pegiat media sosial sekaligus akademisi, Muji Setiyo, melalui kanal videonya. Ia mempertanyakan keterlibatan langsung Prabowo Subianto dalam penulisan artikel-artikel tersebut.

“Menurut kawan-kawan ini sepengetahuan pak prabowo, atau namanya dicatut saja ya. Karena authornya ya itu-itu saja,” ujarnya singkat dalam video tersebut.

Pernyataan itu memicu dua kubu opini di media sosial. Kubu pertama menduga nama Prabowo Subianto dicatut oleh pihak lain tanpa sepengetahuan beliau. Alasannya, tidak wajar jika satu nama muncul berulang dalam 30 artikel dengan pola author yang berulang.

Kubu kedua berpendapat kemungkinan Prabowo Subianto memang terlibat, baik secara langsung maupun melalui tim. Mereka menyebut SSRN adalah platform preprint terbuka sehingga siapa pun dapat mengunggah karya ilmiah.

Perlu diketahui, SSRN atau Social Science Research Network adalah repositori preprint. Artinya naskah yang diunggah belum melalui proses peer-review dari jurnal ilmiah. Siapa saja yang memiliki akun dapat mengunggah working paper atau draft penelitian.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Prabowo Subianto maupun dari pihak SSRN terkait 30 artikel tersebut.

Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Isu ini juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai etika pencantuman nama dalam publikasi akademik dan penggunaan platform preprint.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *