Jadi Titik Black Spot Rawan Laka, Simpang 3 Brangkal Mojokerto Minta Korban Tiga Hari Berturut-turut

Infomojokerto.id – Para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur nasional By Pass Surabaya–Jombang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pertigaan Simpang 3 Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kini menjadi salah satu titik hitam (black spot) paling rawan kecelakaan lalu lintas.

Tingginya potensi bahaya di kawasan tersebut terbukti dari rentetan insiden kecelakaan tragis yang terjadi selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa kemarin.

Kecelakaan beruntun saban hari ini bermula pada Selasa (20/10/2026), ketika seorang guru berinisial R (43), warga Kecamatan Gedeg, menghembuskan napas terakhir usai menabrak kendaraan di depannya.

Keesokan harinya, Rabu (21/10/2026), musibah kembali menimpa seorang pengendara pria arah Jombang akibat padatnya arus lalu lintas sesudah melintasi persimpangan.

Rentetan insiden belum terhenti, di mana pada Kamis (22/10/2026) pagi, kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor kembali berulang di lokasi yang sama.

Kerawanan di Jalur By Pass Surabaya–Jombang ini membentang mulai dari titik pertigaan menuju Pasar Kedungmaling, jembatan, hingga kawasan Simpang 3 Brangkal.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa baru, warga sekitar meminta para pengguna jalan, khususnya dari luar kota, untuk mengenali titik-titik krusial kerawanan tersebut.

Syarif, salah seorang warga lokal yang kerap menyaksikan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut, membeberkan batas wilayah rawan yang harus diwaspadai para pengendara.

“Memang kalau dari arah Surabaya ke Jombang harus mulai waspada sejak pertigaan atau Simpang 3 Jampirogo. Kalau dari arah Jombang menuju Surabaya, maka sejak depan Kampus STIE Al-Anwar dan SD Mutiara Anak Soleh harus mulai waspada,” ujarnya.

“Sebab di dekat Bank Jatim terdapat akses jalan desa yang sangat padat yaitu Jalan KH Ismail, sehingga area sekitar Kampus STIE Al-Anwar hingga Simpang 3 Jampirogo sangat rawan dan butuh konsentrasi tinggi bagi pengendara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *