Infomojokerto.id – Perayaan ulang tahun ke-3 Pasar Keramat di Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (14/12) pagi, menjadi momentum penegasan peran vital pasar tradisional tersebut sebagai ruang ekonomi sekaligus benteng pelestarian budaya.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarra dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata Pasar Keramat terhadap kesejahteraan masyarakat selama tiga tahun keberadaannya.
Ia menekankan bahwa keberlangsungan pasar ini merupakan manifestasi dari kekuatan kolektif warga yang berhasil memadukan nilai-nilai budaya dengan pergerakan ekonomi rakyat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-3 kepada Pasar Keramat. Tiga tahun perjalanan pasar ini telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pasar ini hidup, tumbuh, dan berkembang dari kekuatan warga yang menjaga nilai budaya sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat,” ujar Bupati.
Bupati Mojokerto menggarisbawahi bahwa Pasar Keramat melampaui fungsi sebagai sekadar tempat transaksi. Pasar ini telah bertransformasi menjadi wadah ekonomi rakyat yang strategis, menyediakan sumber penghidupan bagi pedagang skala kecil, petani, perajin, pelaku kuliner tradisional, hingga seniman lokal.
Keunikan pasar, seperti penggunaan koin kayu sebagai alat tukar dan penyajian kuliner tradisional bebas bahan pengawet, telah menjadi daya tarik kultural dan ekonomi yang signifikan.
“Hasil bumi lokal terserap, produk UMKM dikenal luas, dan pendapatan keluarga meningkat. Tradisi unik seperti penggunaan koin kayu untuk berbelanja serta sajian kuliner tradisional tanpa bahan pengawet menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Mojokerto menyinggung sejarah Kabupaten Mojokerto yang pernah menjadi pusat dari tiga kerajaan besar Mataram Kuno, Kahuripan di masa Airlangga, dan Majapahit.
Menurutnya, latar belakang sejarah ini menjadikan budaya di Kabupaten Mojokerto sangat kuat dan kental, sehingga keberadaan Pasar Keramat merupakan bagian krusial dalam upaya menjaga warisan budaya leluhur.
“Jadi, Mojokerto merupakan sebuah kabupaten yang pernah disinggahi tiga kerajaan besar. Oleh karena itu, budaya di Kabupaten Mojokerto sangat kuat dan kental sekali. Maka, Pasar Keramat ini adalah bagian dari menjaga warisan budaya leluhur kita,” tegas Bupati.
Peringatan ulang tahun ke-3 ini diharapkan semakin memperkuat identitas Kabupaten Mojokerto sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya lokal.








