Pertanian Komunal Trawas Jadi Model Kemandirian Ekonomi, Gus Bupati Dorong Regenerasi Petani Milenial Mojokerto

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menguatkan sektor pertanian sebagai pilar kemandirian ekonomi daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Launching Pertanian Komunal Bersama Milenial yang digelar di Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Rabu (15/10) sore.

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarra bersama Wakil Bupati M. Rizal Octavian, serta jajaran Forkopimca Trawas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi petani muda yang siap melanjutkan tradisi pertanian dengan inovasi dan semangat baru.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, dalam laporannya menjelaskan bahwa program pertanian komunal merupakan implementasi misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi, usaha mikro, dan BUMDesa.

“Konsep pertanian komunal menghadirkan sinergi antara petani senior dan generasi milenial untuk mengelola lahan secara kolektif, efisien, dan berkelanjutan. Ini langkah nyata membangun pertanian Mojokerto yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pada tahun 2025, pendampingan pertanian komunal di Trawas difokuskan pada pengembangan peternakan kambing perah, lengkap dengan pelatihan manajemen usaha, bantuan 33 ekor indukan kambing, 2 unit freezer, dan 1 mesin pengolahan kompos. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Albarra memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur atas keberhasilannya menjaga kesinambungan pertanian lintas generasi.

“Program ini luar biasa, sudah berjalan sepuluh tahun dan memiliki generasi muda penerus yang aktif. Hal ini jarang ditemukan di kelompok tani lain,” kata Gus Bupati.

Ia menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor pertanian Mojokerto di tengah tantangan global.

Bupati juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis masa depan. “Perebutan sumber daya dunia ke depan bukan lagi soal minyak atau tambang, tapi tentang pangan. Negara yang mampu menjaga ketahanan pangan akan menjadi negara yang kuat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gus Bupati juga memperkenalkan Pisang Moca Anjasmara (Mojokerto Cavendish Anjasmara), varietas unggulan baru hasil inovasi pertanian Mojokerto yang telah mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Pertanian RI melalui Keputusan Nomor 62/Kpts/PV.140/2/III/2025. Pisang ini memiliki cita rasa manis alami dan bobot tandan mencapai 65 kilogram.

“Jika setiap desa memiliki satu produk unggulan seperti Pisang Moca Anjasmara, maka kita tidak hanya bicara pertanian, tetapi juga ekonomi kreatif berbasis hasil bumi,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Gus Bupati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan generasi muda.

“Pertanian komunal butuh teknologi, inovasi, dan kerja sama. Dengan keterlibatan milenial, saya yakin Mojokerto bisa menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Pertanian komunal di Trawas kini menjadi model kemandirian ekonomi masyarakat desa Mojokerto, menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *