Infomojokerto.id – Laga pembuka Super League 2025 menjadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya setelah kalah 0-1 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/8) malam.
Gol tunggal penentu kemenangan Laskar Mataram dicetak Ezequiel Vidal pada menit ke-92, memanfaatkan kelengahan lini belakang Bajol Ijo di masa tambahan waktu.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Menurutnya, anak asuhnya sebenarnya tampil dominan di babak pertama dan memiliki sejumlah peluang emas, namun gagal mengonversinya menjadi gol.
“Jika kami mencetak gol di babak pertama, pertandingan akan sangat berbeda. Saya kecewa dengan hasil ini, tapi performa babak pertama adalah gambaran yang perlu kami pertahankan,” ujar Perez usai pertandingan.
Sayangnya, dominasi tersebut menguap di paruh kedua. Perez menilai para pemainnya kehilangan kendali permainan karena terlalu banyak berlari dan minim penguasaan bola, sehingga membuat PSIM mampu mencuri momentum.
“Besok kami mulai berlatih lagi. Tidak ada waktu untuk alasan. Kami harus terus berjuang dan memperbaiki banyak hal,” tegasnya.
Gol Vidal di menit 92 menjadi penutup drama di GBT, sekaligus membuat Persebaya gagal memetik poin di hadapan ribuan Bonek yang memadati stadion.
Bagi PSIM, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menatap laga-laga berikutnya.









