Infomojokerto.id – Kontribusi Jawa Timur (Jatim) terhadap pasokan beras nasional menguat signifikan. Data terbaru menunjukkan produksi padi di provinsi ini mencapai lebih dari 8,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dalam periode sembilan bulan pertama tahun 2025.
Angka ini menegaskan posisi Jatim sebagai lumbung pangan utama, dengan lima kabupaten mencatatkan produksi tertinggi.
Lonjakan ini menjadi indikator penting bagi ketahanan pangan Indonesia, di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas stok dan harga pangan.
Lima Kabupaten Top Kontributor 2025
Dua kabupaten, Lamongan dan Bojonegoro, mendominasi daftar kontributor terbesar, dengan total produksi mendekati 1,5 juta ton GKG.
-
Lamongan
-
Produksi: 765.158 Ton GKG
-
Lamongan kembali memimpin daftar, hasil optimalisasi luas areal persawahan dan program intensifikasi pertanian yang berjalan stabil.
-
-
Bojonegoro
-
Produksi: 740.733 Ton GKG
-
Kabupaten ini mencatat pertumbuhan signifikan, didorong oleh perbaikan infrastruktur irigasi teknis dan penerapan pola tanam yang lebih teratur.
-
-
Jember
-
Produksi: 595.771 Ton GKG
-
Sebagai sentra pertanian wilayah Tapal Kuda, Jember mempertahankan produktivitas yang stabil melalui kombinasi lahan yang luas.
-
-
Ngawi
-
Produksi: 579.427 Ton GKG
-
Ngawi konsisten menjadi andalan pasokan Jatim berkat tanah subur dan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai.
-
-
Tuban
-
Produksi: 497.229 Ton GKG
-
Peningkatan hasil di Tuban didukung oleh perluasan area tanam serta penggunaan varietas benih unggul yang meningkatkan hasil panen per hektare.
-
Total produksi yang melampaui 8,8 juta ton GKG dalam sembilan bulan menegaskan bahwa Jatim merupakan tulang punggung utama dalam menjaga cadangan beras nasional, yang menjadi fokus strategis pemerintah di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.









