Infomojokerto.id – Tiga pekan setelah peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda di kawasan Jembatan Cangar, kondisi di lokasi kejadian masih menjadi sorotan. Alih-alih sepi, jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Batu dan Mojokerto itu justru ramai didatangi masyarakat.
Sejumlah warga terlihat datang untuk menyampaikan rasa duka dan keprihatinan. Mereka meletakkan bunga, menaburkan kembang, hingga meninggalkan rokok dan air mineral di titik lokasi korban diduga terjun.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban berinisial MMA (24), warga Desa Kedungwulan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Namun, aktivitas ini justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Kondisi jembatan yang relatif sempit membuat arus lalu lintas terganggu. Banyak pengendara, terutama sepeda motor, terlihat berhenti dan memarkir kendaraannya di sepanjang badan jembatan.
Situasi ini bahkan sempat memicu ketegangan antar pengguna jalan. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat seorang pengendara mobil memarahi pemotor yang parkir sembarangan hingga menghambat laju kendaraan lain.
Kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana aksi simpati yang dilakukan sebagian masyarakat justru berdampak pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Sebelumnya, peristiwa tragis terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan ke dasar jurang sedalam kurang lebih 20 meter.
Petugas gabungan dari kepolisian, relawan, dan BPBD sempat melakukan proses pencarian sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.
Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendri saat itu membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif korban. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi.
Kini, aparat diharapkan dapat memberikan penanganan lebih lanjut terhadap kondisi di sekitar lokasi, termasuk mengatur lalu lintas dan mengimbau masyarakat agar tidak berhenti di area jembatan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengekspresikan rasa empati dengan cara yang lebih aman dan tidak mengganggu kepentingan umum, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur utama yang cukup padat dilalui kendaraan.









