Lewat Gema Pitu, Pemkab Mojokerto Integrasikan Layanan Posyandu demi Sisir Stunting

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP), Pemkab Mojokerto menggelar kegiatan “Gema Pitu” (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu) yang berlangsung meriah di Kantor Kepala Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra—atau yang akrab disapa Ning Hana. Dalam arahannya, Ning Hana mengingatkan seluruh lapisan masyarakat mengenai tiga faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya stunting pada anak.

“Tiga penyebab stunting yang perlu diketahui oleh masyarakat yaitu terletak pada pola makan, pola asuh orang tua, hingga lingkungan yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat,” ujar Ning Hana menegaskan.

Melalui program Gema Pitu ini, Ning Hana menjelaskan bahwa posyandu di Kabupaten Mojokerto telah mengalami transformasi besar. Saat ini, fungsi posyandu tidak lagi sekadar menjadi pusat layanan kesehatan dasar saja, melainkan telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang terintegrasi lintas sektor.

“Saat ini posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga berfokus pada bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum linmas hingga bidang sosial,” tambahnya.

Sejak selasa pagi, suasana di lokasi acara tampak begitu semarak. Ratusan warga yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, lansia, hingga pemuda karang taruna berkumpul mengikuti rangkaian acara. Kemeriahan diawali dengan senam bersama siswa sekolah dan penampilan Tari Reresek. Tak ketinggalan, perpustakaan desa turut ambil bagian dengan menyediakan pojok bacaan interaktif bagi anak-anak dan warga yang hadir.

Usai memberikan sosialisasi, Ning Hana langsung turun ke lapangan untuk meninjau jalannya pelayanan di posyandu. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan balita, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di PAUD Desa Tawangrejo. Di sela-sela peninjauan, ia juga memberikan edukasi praktis mengenai pemenuhan gizi keluarga melalui demo pengenalan menu makanan sehat yang mudah dan sederhana untuk dimasak di rumah.

Aksi nyata di lapangan ini turut dikawal ketat oleh kolaborasi lintas dinas, yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto. Dalam giat tersebut, petugas berhasil melakukan pendampingan serta pendataan langsung kepada sasaran prioritas yang meliputi 35 lansia, 19 ibu balita, dan satu ibu hamil.

Melalui sinergi menyeluruh ini, Pemkab Mojokerto berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat meningkat tajam demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *