Infomojokerto.id – Perekonomian tingkat desa terus menunjukkan tren positif melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar distribusi bahan pokok masyarakat. Di Desa Bleberan, Toko Sembako Riya yang berlokasi di Dusun Sempu, RT 17 RW 07, muncul sebagai salah satu penggerak utama dalam menjaga stabilitas pasokan harian warga setempat.
Kehadiran unit usaha sembako skala rumah tangga ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi ekonomi warga sekitar. Akses belanja yang dekat membuat masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat pasar kecamatan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
Berdasarkan pemetaan lapangan, usaha yang dimiliki dan dikelola oleh Ibu Siti Khoiriyah ini telah konsisten beroperasi selama kurang lebih tiga tahun. Ketahanan operasional toko tersebut mencerminkan daya tahan sektor usaha mikro pedesaan di tengah dinamika pergerakan harga komoditas pasar.
Guna mengoptimalkan pelayanan bagi konsumen di lingkungan permukiman, Toko Sembako Riya menerapkan pola operasional terbagi dalam dua sesi setiap harinya. Toko ini melayani pembeli pada sesi pagi hingga siang pukul 07.00–12.00 WIB, serta berlanjut pada sesi sore hingga malam pukul 15.00–20.00 WIB.
Berbagai komoditas pangan pokok menjadi barang dagangan utama, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga bahan-bahan pembuat kue. Selain bahan mentah, toko ini menyediakan produk pembersih rumah tangga seperti sabun serta beragam makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan segmen keluarga.
Diversifikasi produk juga dilakukan dengan merambah ke lini komoditas olahan beku (frozen food). Penjualan produk seperti nugget beku, usus ayam, dan sayap ayam beku menjadi respon efektif pemilik toko terhadap pergeseran pola konsumsi warga desa yang membutuhkan bahan pangan praktis.
Penataan rantai pasok (supply chain) Toko Sembako Riya memperlihatkan integrasi distribusi komoditas lintas kawasan yang cukup efektif. Pasokan barang segar seperti tomat, bawang merah, dan buah semangka dipasok langsung dari kawasan pertanian di Mojosari guna menjamin kualitas dan ketersediaan barang.
Sementara itu, komoditas cabai didatangkan khusus dari sentra holtikultura Wonosalam, dan pasokan telur ayam diperoleh dari peternak lokal di sekitar wilayah Desa Bleberan. Kebutuhan barang olahan pabrik seperti minyak goreng, gula, dan sabun disuplai melalui kemitraan dengan toko grosir skala besar.
Keterkaitan rantai pasok lokal dan regional ini dinilai memiliki implikasi positif bagi perputaran arus uang di tingkat pedesaan. Penyerapan komoditas pertanian daerah sekitar oleh UMKM desa dinilai mampu menopang ekosistem ekonomi mikro secara berkelanjutan.
“Hasil pengamatan dan wawancara lapangan menunjukkan bahwa Toko Sembako Riya bukan sekadar tempat belanja harian, melainkan simpul distribusi ekonomi yang menjaga ketahanan pangan warga Dusun Sempu. Potensi pasokan komoditas ini menjadi basis penting bagi kami dalam merancang program kerja KKN yang tepat sasaran,” ujar Mahasiswa Prodi Manajemen, Hamida Putri Aqila.
Data komprehensif dari hasil pemetaan UMKM ini selanjutnya dihimpun sebagai instrumen analisis dalam penyusunan program pengabdian masyarakat. Rencana kerja yang dirancang difokuskan pada penguatan manajemen stok, pencatatan keuangan usaha mikro, serta pendampingan pengembangan potensi bisnis lokal.
Rangkaian kegiatan observasi lapangan dan formulasi program pengabdian berbasis pemetaan ekonomi desa di Desa Bleberan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Latif Syaipudin dan Bambang Wicaksono, S.Pd., M.Ak.









