Infomojokerto.id – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya dirasakan dalam bentuk upacara dan lomba. Momen Agustusan ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang insidental di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Mojokerto.
Di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, suasana karnaval pada Minggu, 9 Agustus 2026, terlihat sangat meriah. Jalanan dipadati warga yang menonton iring-iringan peserta karnaval dengan berbagai kostum unik dan atribut merah putih.
Keramaian itu dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang musiman. Mulai dari pedagang makanan, minuman dingin, jajanan anak, hingga pernak-pernik bertema kemerdekaan, semuanya ikut meramaikan sisi jalan.
Salah satunya adalah Pak Arif, warga setempat yang setiap tahun mangkal menjajakan dagangannya saat ada acara besar di desanya. Tahun ini ia kembali turun ke jalan dengan gerobak berisi aneka minuman segar dan makanan ringan.
Menurut Pak Arif, bulan Agustus memang selalu menjadi momen yang paling ditunggu para pedagang kecil seperti dirinya. Sebab, hampir setiap minggu ada kegiatan mulai dari lomba, jalan sehat, hingga karnaval.
“Alhamdulillah, kalau pas ada karnaval gini dagangan rame. Biasanya seharian bisa dapat ratusan ribu. Apalagi cuacanya panas, minuman dingin paling laku,” ujar Pak Arif saat ditemui di sela-sela karnaval Desa Kedungmaling.
Ia mengaku sudah mempersiapkan dagangannya sejak pagi. Berbagai menu seperti es teh, es buah, dan gorengan ia bawa untuk memenuhi permintaan warga yang haus dan lapar setelah menyaksikan karnaval.
Tak hanya Pak Arif, pedagang lain juga merasakan hal yang sama. Lapak-lapak tenda dadakan berjejer di sepanjang rute karnaval. Anak-anak dengan balon dan bendera merah putih juga tak kalah laris diburu pengunjung.
“Yang penting ikut memeriahkan HUT RI sambil cari rezeki. Bulan Agustus ini memang rezekinya pedagang. Kalau dirata-rata dalam sebulan bisa beberapa kali acara, lumayan buat tambahan,” kata Pak Arif.
Kemeriahan HUT RI ke-81 ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang nostalgia dan nasionalisme, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil. Di balik sorak-sorai dan tawa, terselip harapan dan rezeki yang datang bersama semangat merah putih.









