Infomojokerto.id – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur menggelar pengerjaan normalisasi pada saluran irigasi yang membentang dari Desa Gemekan hingga Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengembalikan fungsi optimal aliran air.
Pengerjaan normalisasi ini menjadi sangat krusial mengingat saluran irigasi tersebut memiliki peran vital dalam sistem drainase regional. Aliran air dari kawasan Sooko ini terhubung secara langsung hingga ke Desa Modongan, melintasi wilayah Kecamatan Trowulan, hingga bermuara ke kawasan Kabupaten Jombang.
Kondisi saluran yang bersih dan bebas dari endapan lumpur maupun sampah menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya genangan. Oleh karena itu, pengerukan sedimentasi dilakukan secara menyeluruh di sepanjang lintasan irigasi tersebut agar daya tampung debit air meningkat secara signifikan.
Warga di sepanjang aliran sungai menyambut baik pengerjaan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas PU SDA Jawa Timur ini. Pembersihan jaringan irigasi dianggap sebagai pembenahan infrastruktur yang sangat diperlukan sebelum intensitas curah hujan mengalami peningkatan.
Zuhroini, salah seorang warga Perumahan Grand Kencana Kedungmaling, membenarkan bahwa pengerjaan normalisasi sungai tersebut memang sedang berlangsung. Ia menilai pembersihan berkala merupakan langkah nyata dalam memelihara kelancaran arus sungai dan menjaga keasrian lingkungan sekitar.
“Normalisasi ini memang sangat penting dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelancaran arus sungai. Di lingkungan Kedungmaling selama ini sebenarnya tidak pernah ada banjir, tetapi pembersihan ini tetap dibutuhkan agar aliran air tidak tersumbat dan sungai tetap terawat,” ujar Zuhroini saat memberikan keterangannya.
Meski kawasan Kedungmaling terbilang aman dari genangan, ancaman luapan air tetap menjadi kekhawatiran nyata bagi wilayah-wilayah yang berada di aliran hilir. Riwayat luapan air pernah menjadi catatan serius yang mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan sekitar.
Pada tahun 2022 lalu, dua saluran utama di Desa Modongan, yakni saluran irigasi Penewon dan Avour Modongan, sempat meluap hebat. Luapan air tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang tidak tertampung oleh kapasitas debit sungai saat itu.
Dampak dari meluapnya kedua saluran tersebut cukup meluas hingga merendam sejumlah fasilitas publik vital. Air genangan sempat membendung area sekolah SD, SMP, hingga pusat layanan kesehatan seperti Puskesmas setempat.
Selain merendam fasilitas pendidikan dan kesehatan, banjir kala itu juga sempat melumpuhkan akses transportasi lokal. Luapan air menggenangi ruas jalan raya utama yang menghubungkan Mojokerto dengan Sumobito di Kabupaten Jombang.
Dengan dimaksimalkannya normalisasi dari Gemekan hingga Sambiroto ini, risiko sumbatan aliran menuju Modongan dan Trowulan dapat diminimalkan. Integrasi pemeliharaan sungai lintas kawasan ini diharapkan dapat menampung debit air secara optimal saat hujan deras mengguyur.
Melalui sinergi pemeliharaan berkala dari Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, fungsi irigasi diharapkan kembali optimal. Langkah ini menjadi tumpuan utama dalam menciptakan sistem tata kelola air yang aman, lancar, dan bebas banjir bagi warga di kawasan Mojokerto hingga Jombang.









