Anggaran Miliar Rupiah untuk Pendidikan: 21.722 Siswa Mojokerto Dapat Seragam Gratis BOSDA 2025

Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memulai distribusi kain seragam sekolah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Tahun 2025 kepada lebih dari 21 ribu siswa. Program ini diklaim sejalan dengan komitmen Pemkab untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan dasar siswa dan akselerasi transformasi digital sekolah.

Secara simbolis, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan siswa di SDN Banjaragung I dan SMPN 1 Sooko.

Total penerima bantuan seragam BOSDA 2025 mencapai 21.722 siswa di jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida, merinci pembagian seragam tersebut:

Jenjang Sekolah Jumlah Siswa Jenis Seragam yang Diterima
SD Negeri 10.469 Merah Putih, Batik, dan Pramuka
SMP Negeri 8.604 Putih Biru, Batik, dan Pramuka
SMP Swasta 2.649 Kain Batik dan Celana Biru

Yo’ie Afrida menjelaskan bahwa BOSDA 2025 adalah bagian dari strategi menyeluruh untuk peningkatan mutu pendidikan yang telah dimulai sejak 2023.

Setelah pengadaan infrastruktur dasar digital (Chromebook, fiber optik, papan interaktif), fokus utama tahun 2025 beralih pada pemanfaatan teknologi canggih.

“Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) menjadi fokus utama kami tahun ini agar pembelajaran lebih interaktif dan sesuai dengan era digital,” kata Yo’ie.

Dukungan teknologi tersebut juga diimbangi dengan peningkatan kualitas pengajar. Dinas Pendidikan menargetkan 75 persen pendidik di Mojokerto mahir menggunakan teknologi digital, melalui program pelatihan dan sertifikasi.

Dalam arahannya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra berharap pemberian seragam ini dapat menumbuhkan semangat belajar siswa dan menjadi motivasi untuk mencapai cita-cita.

Bupati juga secara khusus menyoroti pemanfaatan teknologi IFP di sekolah.

“Kami tadi melihat proses belajar mengajar yang sangat mengasyikkan, interaktif, dan tidak membosankan. Dengan adanya IFP, suasana belajar mengajar menjadi lebih ramah dan cocok dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Program BOSDA dan agenda transformasi digital ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat dukungan terhadap siswa di berbagai jenjang sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *