Infomojokerto.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal maut terjadi di Jalan Raya Poros Desa Ngarum–Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan pada Minggu, 2 Agustus 2026 pagi. Peristiwa ini merenggut nyawa dua orang pemuda setelah sepeda motor yang mereka kendarai oleng dan terjun ke sungai kecil di pinggir jalan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama M. Rifqi Habiburokhman, 17 tahun, warga Desa Jugo, dan Ahmad Mahirul Fikri, 25 tahun, warga Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
Kapolsek Sekaran, Iptu Ahmad Junaidi, menjelaskan kronologi awal kejadian. “Akibatnya, motor korban oleng ke kanan dan masuk ke sungai kecil dekat persawahan,” ujar Iptu Ahmad Junaidi, Minggu (2/8) petang.
Berdasarkan informasi, M. Rifqi Habiburokhman mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dengan nomor polisi F-3618-LA. Saat itu korban membonceng Ahmad Mahirul Fikri dengan kecepatan yang diduga terlalu tinggi hingga tidak bisa menguasai kendaraan.
Korban pertama ditemukan lebih dulu oleh warga. M. Rifqi Habiburokhman ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB di pinggir sungai Jalan Raya Poros Desa Ngarum–Desa Jugo. Warga yang melihat langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekaran.
Sementara korban kedua, Ahmad Mahirul Fikri, baru ditemukan beberapa jam kemudian. Ia ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB, atau sekitar 8 jam setelah korban pertama ditemukan, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Penemuan korban kedua bermula dari kecurigaan pihak keluarga. Hingga sore hari Ahmad Mahirul Fikri tidak kunjung pulang ke rumah. Padahal kedua korban dikenal selalu pergi bersama-sama.
Setelah mendengar kabar bahwa korban pertama telah ditemukan meninggal dunia, keluarga Ahmad Mahirul Fikri langsung melakukan pencarian ke lokasi kejadian. Upaya pencarian membuahkan hasil ketika korban kedua ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di sekitar tempat kejadian perkara.
Pihak kepolisian bersama warga dan keluarga kemudian mengevakuasi kedua jenazah dari lokasi. Proses evakuasi berjalan lancar mengingat lokasi kejadian berada di area persawahan.
Pihak keluarga dari kedua korban menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas. “Keluarga kedua korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menganggap kematian keduanya adalah takdir Yang Maha Kuasa,” pungkas Iptu Ahmad Junaidi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalur poros desa yang rawan dan minim penerangan. Polsek Sekaran mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.









