Infomojokerto.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung target nasional Indonesia Bersih 2029 melalui berbagai aksi nyata di lapangan. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan World Clean Up Day Indonesia (WCDI) 2025 dengan tema “Resik-Resik Peken” yang digelar di Pasar Raya Mojosari, Rabu (15/10).
Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus langkah konkret dalam mengurangi volume sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, relawan lingkungan, komunitas masyarakat, pelajar, dan pelaku usaha. Dalam kesempatan itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (Gus Bupati) menyerahkan alat kebersihan secara simbolis kepada para relawan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan berkelanjutan.
“Hari ini kita fokus di pasar karena pasar menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Di Pasar Mojosari saja, hampir empat ton sampah dihasilkan setiap hari,” ujar Gus Bupati.
Dalam arahannya, Gus Bupati menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat, katanya, memiliki peran vital dalam mengelola sampah sejak dari rumah melalui kebiasaan memilah dan memilih sampah organik serta anorganik.
“Sampah organik bisa terurai sendiri, sementara anorganik tidak. Maka sampah yang sampai ke TPA seharusnya residu saja. Ini langkah penting menuju pengurangan sampah di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menyampaikan bahwa aksi “Resik-Resik Peken” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan WCDI yang telah berjalan sejak 15 September lalu, mulai dari pembersihan bantaran sungai, pemeliharaan jalur hijau, hingga pembinaan sekolah Adiwiyata.
Ia juga menyoroti kondisi TPA Karangdieng yang kini sudah menumpuk hingga dua meter di atas tanggul. Dari 30 TPS3R yang ada di Kabupaten Mojokerto, hanya sekitar 10 yang berfungsi optimal.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang lebih kuat. Target Indonesia Bersih 2029 harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat,” jelasnya.
Gerakan kebersihan ini juga melibatkan pelajar SMK PGRI dan SMA Negeri 1 Mojosari yang belajar mengolah sampah menjadi kompos dan eco-enzym, menanamkan nilai bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
Aksi ini diharapkan menjadi awal dari transformasi perilaku masyarakat Mojokerto dalam mengelola lingkungan secara bijak. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, Kabupaten Mojokerto menegaskan perannya sebagai bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia Bersih 2029 – Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.









