Merawat Sejuknya Sinergi: Kala Ulama dan Umara Mojokerto Duduk Bersama di Malam Nuzulul Quran

Infomojokerto.id – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Graha Maja Tama pada Kamis sore yang teduh. Di bawah naungan bangunan ikonik Kabupaten Mojokerto tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar sebuah agenda yang lebih dari sekadar seremoni formal, yakni Buka Puasa Bersama antara Ulama dan Umara dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 1447 Hijriah.

Pertemuan ini menjadi oase di tengah kesibukan roda pemerintahan. Duduk berdampingan antara para pemangku kebijakan dengan para penjaga moral agama menciptakan pemandangan yang menyejukkan. Acara ini memang dirancang khusus untuk memperkuat tali silaturahmi dan menjaga komunikasi sosial keagamaan agar tetap berjalan harmonis di Bumi Majapahit.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang kerap disapa Gus Bupati, tampak membaur dengan penuh takzim di tengah para tokoh agama. Baginya, pertemuan ini adalah momentum penting untuk mendengar dan menyerap energi spiritual dari para alim ulama yang selama ini menjadi pilar penjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya yang hangat, Gus Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas peran serta ulama dalam mendukung program-program pemerintah. Ia menyadari bahwa kebijakan yang diambil oleh umara akan jauh lebih bermakna jika mendapatkan restu spiritual dan masukan dari mereka yang mendalami ilmu agama.

“Semoga kegiatan sinergi antara alim ulama dengan umara pimpinan daerah, dapat membuat Kabupaten Mojokerto lebih baik dan lebih erat lagi, sehingga pemerintah dan masyarakat bisa merasakan kedamaian dan kenyamanan dalam berjalannya proses kepemerintahan kini,” ujar Gus Bupati dengan nada penuh harap.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa komunikasi sosial keagamaan bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi bagi kestabilan daerah. Sinergi yang erat diharapkan mampu meminimalisir potensi gesekan sosial serta mempercepat terwujudnya visi Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur bagi seluruh lapisan warga.

Kehangatan acara kian terasa dengan hadirnya sekitar 150 undangan yang merepresentasikan keberagaman ormas Islam. Mulai dari MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, hingga LDII tampak duduk satu meja. Kehadiran lembaga seperti Baznas, DMI, dan LPTQ semakin melengkapi mosaik kebersamaan sore itu.

Tidak hanya tokoh agama, jajaran Forkopimda Mojokerto Raya pun turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, Moch. Rizal Octavian. Kehadiran lengkap jajaran pemimpin daerah ini menunjukkan komitmen kolektif bahwa urusan keagamaan dan sosial adalah tanggung jawab bersama yang harus dikawal dengan komunikasi yang intens.

Saat adzan maghrib berkumandang, kesederhanaan menu buka puasa menjadi pengikat persaudaraan yang kuat. Di meja-meja bundar, obrolan ringan namun bermakna antara pejabat pemerintah dan kyai mengalir dengan santai, mencairkan segala sekat birokrasi yang mungkin ada selama ini.

Acara pun ditutup dengan harapan agar semangat Nuzulul Quran ini tidak berhenti pada seremoni saja. Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk terus menjadikan ulama sebagai mitra strategis dalam setiap pengambilan kebijakan, demi menjaga marwah religiusitas yang telah lama menjadi identitas masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *