Ora Beach: Mengungkap Keaslian Maluku, Melangkah Menuju Ikon Pariwisata Global

Infomojokerto.id – Ora Beach Resort di Pulau Seram, Maluku Tengah, telah lama dijuluki sebagai “Maldives-nya Indonesia”. Sebuah predikat yang sangat layak disandang, melihat kejernihan airnya yang memesona, tebing-tebing karst yang menjulang megah, dan cottage kayu anggun yang terapung di atas laut.

Lebih dari sekadar destinasi liburan, Ora adalah sebuah pengalaman yang mencerminkan harmoni alam dan standar pariwisata kelas dunia.

Sebuah tinjauan mendalam dari Sintia Nova Sopacua, mahasiswi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata AKPAR 45 Jayapura, menyoroti bagaimana destinasi lokal ini mampu melampaui ekspektasi, menjadikannya model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia Timur.

Perjalanan menuju Ora Beach Resort di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, memang menantang, memakan waktu tiga hingga empat jam dari Masohi. Namun, proses inilah yang justru menambah aura eksotisme, seakan-akan wisatawan sedang menuju sebuah surga yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Setibanya di sana, mata langsung dimanjakan oleh hamparan laut biru jernih, hutan tropis yang rimbun, dan cottage yang berdiri anggun, menciptakan atmosfer ketenangan yang sempurna untuk melepaskan penat.

Daya pikat Ora tidak hanya pada keindahan visualnya. Destinasi ini menawarkan beragam aktivitas yang sangat diminati wisatawan, terutama mancanegara:

  • Snorkeling dan Diving: Kekayaan biota laut di Teluk Sawai memungkinkan wisatawan melihat terumbu karang dari jarak sangat dekat, bahkan sering kali tanpa harus menyelam dalam.

  • Eksplorasi Budaya dan Alam: Paket wisata yang ditawarkan mencakup kunjungan ke Air Belanda, Tebing Batu Sagu, Sungai Salawai, Pulau Raja, hingga jelajah kampung tradisional. Ini adalah nilai tambah unik yang menggabungkan wisata bahari, alam, dan budaya dalam satu kawasan.

Kehadiran Ora Beach Resort bukan hanya untuk pelancong, tetapi juga mesin penggerak ekonomi masyarakat lokal. Berbagai UMKM lokal berkembang pesat, khususnya di sektor kuliner. Hidangan khas Maluku seperti papeda, ikan kuah kuning, sinole, dan sagu bakar menjadi menu favorit dengan harga yang terjangkau, memastikan manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 9 Tahun 1990 tentang pariwisata, yaitu meningkatkan daya tarik wisata, membangkitkan usaha lokal, serta memupuk cinta tanah air dan persahabatan antarbangsa. Desa Saleman kini bertransformasi menjadi wilayah dengan potensi ekonomi berkelanjutan.

Selama ini, ikon pariwisata Indonesia Timur sering didominasi oleh Bali, Lombok, atau Raja Ampat. Namun, Ora Beach Resort membuktikan bahwa Maluku memiliki daya saing yang tak kalah kuat.

Akomodasi yang tertata, kegiatan wisata yang beragam, dan lingkungan yang relatif terjaga menjadikan Ora berpotensi besar menjadi destinasi unggulan bertaraf internasional.

“Ora Beach Resort adalah bukti nyata bahwa keindahan Indonesia tidak ada habisnya. Ia adalah representasi dari wisata alam, wisata budaya, hingga wisata bahari yang berpadu harmonis,” ujar Inggumi Rumawak, S.ST.Par., M.Tr.Par, Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata.

Peninjauan ini juga mendapat apresiasi dari Nur Mahmudah El Madja, S.Sos. M.Med.Kom, Dosen Pengampu Mata Kuliah Tata Pergaulan dan Etika, yang menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang menjaga etika dan keaslian lokal.

Ora Beach Resort bukan sekadar tempat berlibur, melainkan pengalaman yang merangkul keheningan, keindahan, dan keaslian Indonesia yang harus terus dipertahankan, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *